Connect with us

Nasional

Seminar dan Bedah Buku Media Massa Hadapi Disrupsi Digital Sambut HPN 2023

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Menyambut Hari Pers Nasional (HPN) tahun 2023 ini, sebuah buku karya jurnalis senior  Indonesia sekaligus mantan Anggota Dewan Pers, Agus Sudibyo, dilaunching dalam sebuah acara seminar.

Launching buku terbaru Agus Sudibyo yang berjudul “Media Massa Nasional Menghadapi Disrupsi Digital” digelar dalam diskusi yang digelar Monumen Pers Nasional di Kantor Dewan Pers, Jalan Kebon Sirih, Gambir, Jakarta Pusat, Rabu (25/1).

Agus Sudibyo penulis buku “Media Massa Nasional Menghadapi Disrupsi Digital” menilai perlu keseimbangan dalam menyikapi transformasi digital. Selain memanfaatkannya juga harus tetap kritis dalam penggunaannya.

Kuatnya pengaruh platform digital global, baik dalam distribusi maupun monetisasi konten, berdampak disruptif bagi media massa. Media perlu membangun titik keseimbangan baru dengan kemandirian relatif. Intervensi negara juga tidak kalah penting lewat regulasi yang menyehatkan ekosistem media.

Dosen Akademi Televisi Indonesia (ATVI) Jakarta Agus Sudibyo mengatakan, dalam hubungan media dengan platform digital, disrupsi total yang menggerus eksistensi media konvensional bukanlah satu-satunya kemungkinan. Terwujudnya titik keseimbangan baru bisa menjadi kemungkinan lainnya

Jangan sampai ke depan konten yang dihasilkan media massa dianggap publik sebagai konten yang diproduksi platform digital seperti facebook dan sebagainya.

“Mari dalam banyak hal media lama, media konvensional bekerja sama dengan media baru, dengan platform global, tapi dalam hal lain harus berpikir bagaimana bangun kemandirian. Bagaimana menyeimbangkan direct sell dengan undirect sell. Jangan sampai pendapatan media 80% dari skema adsanse gitu. Begitu platform ubah algoritma mereka dalam satu hari, traffic turun semua bisa hancur,” jelas Agus.

Agus juga menyoroti perlunya regulasi untuk mengatur platform global. Agar pasar tidak dikuasai oleh 1 atau 2 platform.
“Karena kalau pasar sudah 70% dikuasai duopoli maka keadaannya sudah tidak sehat artinya mekanisme B to B itu sudah sulit dijalankan. Maka negara perlu hadir secara proporsional untuk menyeimbangkan itu,” kata Agus.

“Negara perlu hadir dengan disclaimer. Jangan sampai negara hadir dengan over regulation. Jangan sampai regulasinya batasi prinsip kebebasan berpendapat, jangan sampai regulasinya mereduksi sisi positif transformasi digital,” jelas Agus.

Dalam momentum tersebut turut hadir Ketua Dewan Kehormatan Dewan Pers, Ilham Bintang; mantan Ketua Dewan Pers Bagir Manan, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), Atal S. Depari, Usman Kansong selaku Dirjen IKP Kemenkominfo, Agus Sudibyo sang Penulis Buku dan lainnya.

Dalam sambutannya, Atal S. Depari mengatakan, launching buku merupakan bagian yang tidak terlewatkan ketika perayaan HPN hendak digelar.

“Kegiatan seminar dan diskusi buku merupakan rangkaian perayaan Hari Pers Nasional yang akan dilaksanakan di Medan pada tahun ini, tanggal 9 Februari. Saya, sebagai penanggung jawab Hari Pers Nasional sangat menyambut baik,” ujar Atal S. Depari.

Di samping itu, ia juga mengomentari buku terbaru karya Agus Sudibyo itu. Di mana menurutnya, judul yang dibuat sang penulis memang menggambarkan kondisi Pers Indonesia sekarang ini.
“HPN memang harus selalu diwarnai dengan kegiatan yang ilmiah, dan mencerahkan seperti ini. Jadi tahun depan, kalau harus ada buku-buku lagi yang harus kita launching, silahkan kita launching untuk mengahadapi Hari Pers Nasional,” demikian Atal S Depari.

Wakil Ketua Dewan Pers Muhammad Agung Dharmajaya mengatakan pentingnya insan pers menjaga kualitas kerja-kerja jurnalistik di tengah era disrupsi digital saat ini.

“Yang menjadi persoalan tanggung jawab kita bersama, bagaimana tetap menjaga kualitas kerja-kerja jurnalis dan ini menjadi penting, era boleh berubah, situasi boleh berubah dari analog ke digital, COVID-19 tidak bisa dibendung tapi kerja-kerja jurnalis yang berkualitas tetap menjadi penting,” kata Agung yang hadir mewakili Ketua Dewan Pers Ninik Rahayu.

Sementara itu, Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemenkominfo Usman Kansong mengatakan buku tersebut membedah pula perlunya membangun kemandirian nisbi media massa dalam menghadapi era disrupsi digital.

Di samping itu, lanjut dia, perlu adanya payung hukum dari pemerintah dalam upaya merawat keberlanjutan media massa di tengah era disrupsi digital. (utw)

 

Nasional

UKT Mahal karena Kebutuhan Tersier, Said Didu Semprot Kemendikbudristek

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Muhammad Said Didu ikut memberikan komentarnya terkait Uang Kuliah Tinggi (UKT) yang dianggap tinggi dan menyulitkan mahasiswa kurang mampu. 

Menariknya, Kemendikbudristek justru menyebutkan bahwa biaya UKT tinggi karena pendidikan tinggi dianggap sebagai kebutuhan tersier.

Merespons hal tersebut, Said Didu memberikan perbandingan UKT Institut Pertanian Bogor (ITB) pada 1982 dengan 2024. 

“Bu Tjitjik Setditjen Dikti Kemendikbud agar paham perbandingan,” ujar Said Didu dalam keterangannya di aplikasi X @msaid_didu (18/5/2024). 

Diceritakan lulusan ITB asal Pinrang ini, biaya UTK pada 1982 hanya Rp17.500 per semester.

“Kuliah di IPB tahun 82, SPP Rp 17.500 per semester. Dapat beasiswa supersemar, Rp 90 ribu per semester,” lanjutnya.

Sementara diungkapkan Said Didu, gaji PNS sarjana baru kala itu (III/a) berada di angka R75 ribu perbulan.

“Sekarang UKT Rp15 sampai 52 juta, gaji PNS III/a Rp 4,5 juta perbulan,” tandasnya. 

Sebelumnya, Kemendikbudristek memberikan penjelasan terkait ramainya kritikan mahasiswa mengenai Uang Kuliah Tunggal (UKT) yang dinilai mahal. 

Menurut Kemendikbudristek, pengaturan biaya di perguruan tinggi tetap diperlukan karena biaya pendidikan tinggi tidak dapat digratiskan.

Hal itu diungkapkan Plt. Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Prof. Tjitjik Sri Tjahjandarie dalam acara Taklimat Media tentang Penetapan Tarif UKT di Lingkungan Perguruan Tinggi Negeri yang digelar di kantor Kemendikbudristek, Jakarta Pusat, Rabu (15/5/2024).

Ia menegaskan, pendanaan pendidikan lebih difokuskan pada program wajib belajar 12 tahun yang mencakup pendidikan SD, SMP, dan SMA.

Tjitjik menjelaskan bahwa pendidikan tersier atau pendidikan tinggi merupakan pendidikan yang ditempuh setelah menyelesaikan pendidikan menengah atas. 

Pendidikan tersier ini meliputi institusi seperti politeknik, akademi, universitas, dan institut.

Kemendikbudristek menegaskan bahwa penetapan tarif UKT sudah disesuaikan dengan standar mutu pendidikan dan kebutuhan operasional perguruan tinggi. 

Meski demikian, berbagai skema bantuan dan beasiswa tetap disediakan bagi mahasiswa yang membutuhkan untuk memastikan akses pendidikan tinggi yang lebih luas dan merata. (ut)

Continue Reading

Hukum

Artis Sandra Dewi Pasrah Usai Kejagung Blokir 66 Rekeningnya, Sita 187 Bidang Tanah, 55 Alat Berat, dan 16 Mobil

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Artis Sandra Dewi pasrah dan lesu usai diperiksa selama 10 jam di Kejaksaan Agung RI pada Rabu (15/5/2024).

Bahkan, Kejaksaan Agung turut memblokir semua rekening Sandra Dewi yang jumlahnya mencapai 66 rekening.

Bukan itu saja, Jaksa Agung juga menyita 187 bidang tanah yang tersebar dibeberapa tempat, 55 alat berat dan 16 kendaraan.

Pada Rabu (15/5/2024) pagi itu merupakan pemeriksaan kedua kalinya sang artis terkait kasus korupsi di PT Timah yang membuat sang suami, Harvey Moeis jadi tersangka.

Dalam pemeriksaan kedua ini, Sandra Dewi menerima 40 pertanyaan dari penyidik Kejagung.

“Kemarin saya sempat tanya beliau, sekitar 40 pertanyaan yang diajukan tim penyidik,” kata kuasa hukum Harvey Moeis, Harris Arthur, Kamis (16/5/2024).

Istri dari Harvey Moeis ini menerima 40 pertanyaan terkait klarifikasi kepemilikan harta buntut korupsi PT Timah yang menjerat sang suami.

“Pertanyaannya seputar klarifikasi sebagaimana yang disampaikan Pak Dirdik, untuk mengklarifikasi harta beliau mana yang didapat sebelum menikah dan setelah menikah sampai tahun 2018 ke atas,” ujar Harris.

“Jadi saya juga mengapresiasi kepada tim penyidik karena saat ini benar-benar Kejaksaan dengan sangat hati-hati, sangat profesional melakukan penyidikan ini,” lanjutnya.

Sandra Dewi Pasrah lesu

Dulu awal diperiksa penuh dengan senyum dan minta di doain namun kemudian, Harris mengatakan Sandea Dewi mengalami kelelahan setelah menjalani pemeriksaan selama kurang lebih 10 jam.

“Ngga ada perbedaan, cuma kemarin capek banget. Makanya beliau sampaikan ke saya tolong sampaikan permohonan saya ke rekan wartawan,” ucapnya.

Dalam pemeriksaan Sandra Dewi membawa beberapa berkas data pendukung terkait klarifikasinya.

“Cuma memperlihatkan berkas data aja. Jadi kan gini ada pernyataan yang telah diteliti dan oleh kejaksaan itu diminta mana pendukungnya. Misalnya kalau bu Sandra punya rumah mana data-data pendukungnya itu aja yang diklarifikasi,” ujar Harris.

Diberitakan sebelumnya, Sandra Dewi telah menjalani pemeriksaan kurang lebih 10 jam di Kejaksaan Agung (Kejagung RI). Ini merupakan kali kedua Sandra Dewi menjalani pemeriksaan buntut korupsi PT Timah sang suami, Harvey Moeis.

Saat keluar dari Gedung Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Militer terlihat Sandra Dewi hanya menelungkupkan kedua tangannya dengan raut wajah seperti murung.

Tidak banyak kata yang di keluarkan dari mulut Sandra Dewi seusai menjalani pemeriksaan kedua kalinya ini.

Istri dari Harvey Moeis ini kemudian hanya menundukkan sambil digiringi menuju mobil hitam yang terparkir dengan kawalan ketat pihak keamanan Kejagung RI.

Sesekali ia menggenggam kedua tangannya dan menaruh di dada sambil mengucapkan terima kasih kepada awak media yang menanyakan terkait pemeriksaannya kali ini. (ut)

Continue Reading

Nasional

Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti Gelar “Executive Human Capital Gathering dan Soft Launch MY EDI-E-Learning LPMA”

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Dalam rangka Dies Natalis ke-40, STMA Trisakti menyelenggarakan Executive Human Capital Gathering yaitu Seminar dengan tema “Human Capital Readiness in Implementing IFRS 17 in 2025” dan Soft Launch MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Auditorium Kampus C Jalan Jend. Achmad Yani No.85 Pulogadung, Jakarta Timur pada tanggal 14 Mei 2024.

STMA Trisakti merupakan perguruan tinggi pertama yang mendalami bidang asuransi di Indonesia.  STMA Trisakti didirikan pada tanggal 10 April 1984 dengan nama Akademi Asuransi Trisakti (AKASTRI). Guna merespon tuntutan industri perasuransian, maka pada 1 Oktober 2002 Akademi Asuransi Trisakti (AKASTRI) resmi meningkatkan statusnya dan berubah bentuk menjadi  Sekolah  Tinggi  Manajemen Asuransi Trisakti (STMA) Trisakti  berdasarkan Surat Keputusan Menteri Pendidikan Nasional R.I. No. 218/D/O/2002.

Acara ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat sinergi antara dunia pendidikan dan industri, sekaligus memperkenalkan platform pembelajaran digital terbaru yang dikembangkan oleh Lembaga Pendidikan Manajemen Asuransi (LPMA) STMA Trisakti.

Dalam sambutannya, Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE, MM mengatakan bahwa,”Kami bangga dapat menyelenggarakan acara ini sebagai bagian dari perayaan Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti. Kami berharap MY EDI-E-Learning LPMA dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang asuransi.”

Executive Human Capital Gathering ini menghadirkan tokoh-tokoh terkemuka dari industri asuransi, akademisi, dan praktisi human capital.

“Indonesia harus mengikuti perkembangan dunia, asuransi ini sangat penting sehingga cara pembukuannya harus diatur dan dibagi sesuai kebutuhannya,”, jelasnya.

“Bagian IT dan SDM harus mengikuti perkembangan zaman saat ini sehingga kami luncurkan Soft Launching MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti ini agar terus up date dan memberikan informasi tentang asuransi secara lengkap,” saat diwawancarai oleh ReportaseIndonesia.com di acara tersebut, Jakarta (14/5/2024).

Kegiatan ini dirancang sebagai forum eksklusif untuk berbagi wawasan dan pengalaman dalam mengelola sumber daya manusia di era digital. Berbagai sesi diskusi panel dan presentasi menyoroti tantangan serta peluang dalam pengembangan human capital.

Hadir juga di acara ini sebagai Keynote speaker atau pembicara Iwan Pasila selaku Deputi komisioner pengawas perasuransian, penjaminan dan dana pensiun dari OJK yang memberikan sambutan juga serta menjelaskan tentang Implementasi PSAK-117 yaitu tentang “Nilai Tambah Pelaporan Keuangan yang Lebih Transparan”.

Implementasi PSAK-117 merupakan tonggak penting dalam upaya kami untuk meningkatkan transparansi dan akuntabilitas di sektor asuransi. Kami percaya bahwa langkah ini akan membawa banyak manfaat bagi industri dan melindungi kepentingan publik.” jelasnya.

“Ini dapat memperkuat hubungan antara STMA Trisakti dan pemangku kepentingan di industri asuransi,” tutup Iwan Pasila.

Soft Launching MY EDI-E-Learning LPMA-STMA Trisakti

Di acara Dies Natalis ke-40 ini, STMA Trisakti meluncurkan program Soft Launching MY EDI E-Learning LPMA STMA Trisakti, yaitu sebuah website dimana masyarakat bisa membukanya secara online untuk mendapatkan informasi tentang asuransi secara utuh dan mendapatkan data lengkap.

MY EDI-E-Learning LPMA-STMA Trisakti merupakan sebuah platform e-learning inovatif yang bertujuan untuk memperluas akses dan kualitas pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko. Platform ini menawarkan berbagai modul pembelajaran yang fleksibel, dapat diakses oleh mahasiswa, praktisi, dan profesional di industri asuransi.

Dilakukan juga penanda-tanganan perjanjian kerja-sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara STMA Trisakti yang di wakili oleh Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE dengan pihak Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang diwakili oleh Yulius Bhayangakara.

Dan diakhir acara tersebut, digelar seminar “Human Capital Readiness in Implementing IFRA in 2025”.

Seminar “Human Capital Readiness in Implementing IFRA in 2025”

Di seminar ini menyediakan forum diskusi mengenai pengembangan human capital di era digital.

Memperkenalkan MY EDI-E-Learning LPMA sebagai solusi pembelajaran digital yang mendukung peningkatan kompetensi di bidang asuransi.

Seminar yang bertemakan “Human Capital Readiness in Implementing IFRA in 2025” ini membicarakan berbagai kegiatan perihal tentang kegiatan perasuransian yang bisa menghasilkan bagi para pelaku pasar asuransi dan juga bermanfaat bagi masyarakat.

Seminar ini dihadiri para pembicara diantaranya: Dr. Ir. Heri Supriyadi, MBA, M.M, QRGP selaku Chief Compliance & Risk Officer PT. BRI Asuransi Indonesia, Drs.Tri Wahono Ak, M.M, AAAIK, CA, CPA, CRGP, AMRP, QIP, CPI selaku Managing Partner KAP Krisnawan, Nugroho&Fahmi IECnet, Bayu Widdhisiadji SE, M.M, AAAIK, AJIS, QRGP, QCRO, CCOP, ANZIIF selaku Ketua LPMA-STMA Trisakti, serta Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti, Robidi, S.H., M.H, QCRO selaku Sekretaris LPMA-STMA Trisakti.

Dengan adanya Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti, iharapkan dapat mendorong kolaborasi yang lebih erat antara dunia akademis dan industri, menciptakan sinergi yang menguntungkan.

Memberikan akses ke sumber daya pendidikan berkualitas tinggi melalui MY EDI-E-Learning LPMA, membantu meningkatkan kompetensi dan daya saing sumber daya manusia di industri asuransi.

Menginspirasi institusi pendidikan lain untuk mengadopsi teknologi digital dalam proses pembelajaran, memberikan pendidikan yang lebih inklusif dan fleksibel.

STMA Trisakti berharap bahwa acara ini dapat memperkuat hubungan antara akademisi dan praktisi serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan dalam mengembangkan human capital di Indonesia. Selain itu, diharapkan MY EDI-E-Learning LPMA dapat menjadi platform pembelajaran digital terdepan yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era modern.

Rencana strategis STMA Trisakti Menuju PTN-BH

Saat ini, STMA Trisakti sedang berproses menuju Perguruan Tinggi-Berbadan Hukum, dimana itu merupakan level tertinggi untuk memiliki otonomi penuh dalam mengelola keuangan dan sumber daya, temasuk dosen dan tendik.

PTN jenis ini beroperasi mirip dengan perusahaan-perusahaan BUMN yang ada di indonesia dan harapannya STMA bisa mencapai tahapan tersebut.

Event ini mendapat sambutan positif dari berbagai pihak dan diharapkan dapat memberikan dampak signifikan dalam pengembangan human capital di Indonesia.

Kegiatan ini dihadiri oleh para tamu undangan dan para sponsor, diantaranya:

STMA Trisakti berharap bahwa acara ini dapat memperkuat hubungan antara akademisi dan praktisi serta menciptakan kolaborasi yang berkelanjutan dalam mengembangkan human capital di Indonesia. Selain itu, diharapkan MY EDI-E-Learning LPMA dapat menjadi platform pembelajaran digital terdepan yang mampu menjawab kebutuhan pendidikan di era modern.

Sukses untuk STMA Trisakti serta para undangan dan sponsor yang telah mendukung acara Dies Natalis ke-40.

Untuk informasi lebih lanjut, silakan kunjungi website STMA Trisakti atau hubungi humas STMA Trisakti di nomor (021) 12345678. (utw)

Continue Reading
Advertisement

Trending