Connect with us

Megapolitan

Trisakti Lantik Ketua Ikatan Alumni Menwa Distrik Yon 14

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Rektor Universitas Trisakti, Kadarsyah Suryadi, melantik Felix L. Tobing sebagai Ketua Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (Menwa) Distrik Batalyon (Yon) 14 Trisakti periode 2024-2027. Felix dilantik di Gedung FG FTI Kampus A Universitas Trisakti, Jalan Kiai Tapa, Jakarta Barat.

Kadarsyah Suryadi merasa bangga atas pelantikan Ketua IKA Menwa Distrik Yon 14 Trisakti itu. Dia berharap pelantikan itu dapat memperkuat SDM dan potensi alumni Menwa sebagai kader bangsa dan negara.

“Kami berharap nantinya ketua dan keseluruhan anggota bisa menjadi contoh di dalam membela negara dan juga sebagai kekuatan cadangan yang menurut saya sangat dibutuhkan oleh masyarakat, bangsa dan negara,” kata Kadarsyah Suryadi di Kampus A Universitas Trisakti, Minggu (3/3/2024).

Prosesi pelantikan mengikuti Tata Upacara Militer (TUM), diawali dengan pembacaan naskah pelantikan oleh Kadarsyah Suryadi. Acara dilanjutkan dengan penyematan tanda jabatan dan penyerahan bendera pataka kepada Ketua IKA Menwa Distrik Yon 14 Trisakti yang baru dilantik.

Felix mengaku bangga mendapat mandat sebagai Ketua IKA Menwa Distrik Yon 14 Trisakti yang baru. Dia berjanji akan melaksanakan segala amanah dan tanggung jawab serta menjalankan kepemimpinan yang transparan, berkomitmen memperkokoh hubungan alumni dan institusi di lingkup Trisakti.

Dalam paparan visi dan misinya, Felix menjelaskan ke depannya IKA Menwa Distrik Yon 14 Trisakti akan berperan aktif dalam pembangunan masyarakat melalui proyek-proyek sosial, melestarikan nilai-nilai positif dan tradisi resimen mahasiswa sebagai cadangan bela negara.

Acara pelantikan Ketua IKA Menwa Distrik Yon 14 Trisakti dihadiri juga oleh Dirjen Imigrasi Silmy Karim, Ketua Senat STMA Trisakti Robidi, S.H, M.H, selaku Dewan Pengawas IKA, Ketua Komisariat IARMI Untar, UMB dan Perwakilan Komenwa, Dewan Pimpinan Provinsi IARMI DKI Jaya, serta beberapa wakil komisariat perguruan tinggi lainnya di Jakarta.

Felix dipilih secara aklamasi dalam MUNAS V IKA Menwa Distrik Yon14 Trisakti, 3 Maret 2024. Felix telah mengikuti pendidikan Menwa pada tahun 1987. Dia menapak karir sebagai wakil kepala provost, wakil komandan Yon 14 Trisakti, wakil ketua IKA Menwa Yon 14 Trisakti periode 2021-2024. (tw)

Megapolitan

MUI Minta KPI Beri Sanksi untuk Tiga Stasiun TV karena Tayangkan 4 Acara ini

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Tim Pantauan Tayangan Ramadan 1445 Hijriah Komisi Informasi dan Komunikasi Majelis Ulama Indonesia (MUI) menyayangkan ada tiga stasiun televisi yang masih menayangkan konten program diduga terdapat banyak potensi pelanggaran.

Dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Selasa, ketiga stasiun televisi tersebut adalah ANTV dengan program “Pesbukers Ramadhan”, Trans TV dengan program “Berkahnya Ramadhan”, serta Trans 7 dengan program “Sahur Lebih Segerrr” dan “Pas Buka FM”.

Wakil Ketua II Tim Pemantauan Ramadan 1445 Hijriah Komisi Infokom MUI Rida Hesti mengatakan berdasarkan hasil pantauan tim pada tahap kedua selama kurun waktu 25 Maret hingga 3 April 2024 ditemukan  sejumlah potensi pelanggaran yang ditemukan masih berputar pada body shaming, kekerasan, ketidakpatutan, dan potensi eksploitasi terhadap anak.

“Potensi pelanggaran seperti ini terulang dan seakan tidak mau belajar dari koreksi publik,” kata Rida.

Dia mengatakan bahwa ketiga stasiun televisi itu belum sepenuhnya memenuhi catatan dan koreksi perbaikan temuan tim pada pantauan tahap satu.

Kendati demikian, Rida juga mengapresiasi sebagian program stasiun televisi yang tidak lagi memuat program yang terindikasikan adegan fisik laki suka sama laki (LSL) sebagaimana dalam hasil pantauan tahap satu.

Atas temuan dugaan pelanggaran tersebut, MUI meminta Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) bersikap tegas.

Tidak hanya pada aspek pembinaan khusus, tetapi perlu memberikan sanksi apabila memang terbukti melanggar, sesuai level pelanggaran ketiga stasiun televisi tersebut. (tw)

Continue Reading

Nusantara

Agak Laen, Mudik Idul Fitri 2024 Pakai Helikopter Hanya Rp 2,5 Juta dan Anti Macet

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jateng, Minimal sekali dalam seumur hidup anda mencoba naik Helikopter, terlebih momen Idul Fitri dimana semua orang ingin mudik ke kampung halaman dan terlihat agak laen.

Mudik ke kampung halaman dengan helikopter akan terasa lebih cepat, bebas macet, bebas banjir pake saja jasa helikopter.

Heli Jateng pada edisi Idul Fitri 2024/1445 Hijriyah ini membuka promo tanpa minimum pax. Khusus buat anda yang ingin merasakan sensasi dan experience naik helikopter anda harus menyiapkan Rp 2,5 juta/pax 13 menit.

Untuk pemesanan anda bisa mengunjungi https://helijateng.com, titik poin di Demak Green Garden.

Selain promo mudik HeliJateng juga melayani jasa Medical and Evacuation, Heli Agent Bisnis, Heli Sky Tour, Heli Charter A to B dan Heli Entertain and Event.

Helikopter Spesifikasi: Bell 206 JET, Ranger III, Registrasi PK – AVT, Cabin 4 Setter, Endurace 03.30 Hours. (ut)

Continue Reading

Megapolitan

Alasan Muhammadiyah Umumkan Penetapan Idul Fitri Lebih Awal

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengemukakan alasan pihaknya menetapkan Hari Raya Idul Fitri lebih awal dibandingkan dengan pemerintah.

“Maklumat Muhammadiyah ini normal terjadi dilakukan, karena kami menggunakan metode hisab hakiki wujudul hilal,” kata Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir melalui video di kanal YouTube Muhammadiy,harah Channel di Jakarta, Minggu.

Haedar menegaskan maklumat yang disampaikan oleh pihaknya lebih awal tidak bermaksud untuk mendahului dan meninggalkan pihak tertentu dalam penentuan Idul Fitri.

“Ini hal yang lumrah terjadi setiap tahun, sebagaimana juga berbagai organisasi Islam itu mengeluarkan kalender, baik kalender hijriah yang berisi tanggal dalam hijriah yang ada irisan dengan ritual ibadah, atau mungkin juga kalender miladiyah (masehi) yang terkait dengan tanggal yang menyangkut kegiatan publik,” katanya.

Bila terdapat kesamaan dan perbedaan dalam tanggal yang ditentukan kata Haedar, hal tersebut harus bisa menjadikan kaum Muslimin menjadi toleran, tasamuh (saling menghargai), dan tanawu (saling menghormati perbedaan cara dalam hal menjalankan ibadah).

“Sehingga, pesan ini justru akan memperkuat niat kita dalam beribadah,” ucapnya.

Untuk menyelesaikan masalah perbedaan, kata Haedar, Muhammadiyah terus mendorong seluruh pihak dalam mewujudkan Kalender Hijriah Global Tunggal (KHGT).

Menurut dia, KHGT diharapkan tidak hanya berlaku untuk Indonesia saja, melainkan untuk umat Islam di seluruh dunia, sehingga perbedaan itu tidak terus berulang.

“Satu kalender global itu seperti juga kalender miladiyah (masehi). Sehingga, tidak lagi ada perbedaan dan tidak lagi ada kegiatan yang bersifat membuat kita ikhtilaf atau berbeda dalam penentuan,” tutur Haedar Nashir. (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending