Connect with us

Megapolitan

Uang 100 Triliun Milik Ferdy Sambo di Rekening Brigadir Joshua dan Sudah Ditarik Sebelum Diblokir

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Terkuak sudah misteri saldo Rp 100 Triliun di rekening Brigadir Joshua. Ternyata uang sebesar 100 triliun yaang merupakan uang Ferdy Sambo itu memang benar adanya di rekening Brigadir Joshua.

Baru-baru ini bukti saldo di rekening Brigadir Joshua itu diperlihatkan oleh salah satu wartawan senior di televisi nasional bernama Aiman Witjaksono.

Dalam video yang diunggah akun instagram @lambe_turah memperlihatkan bukti debit uang 100 triliun atas nama Novriansyah Yosua.

Di video tersebut juga terjadi tanya jawab antara Aiman Witjaksono dengan Pakar Anti Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU), Yenti Garnasih perihal kebenaran uang 100 triliun.

Awalnya jurnalis senior itu bertanya kepada Yenti Garnasih terkait debet yang tertulis dipenarikan uang 100 triliun direkening Jushua.

“Namun ada hal yang menarik di rekening Joshua, karena yang tertulis bukan blokir. Tapi yang tertulis debit yang artinya keluar,” kata Aiman Witjaksono.

Aiman Witjaksono kemudian bertanya kepada Yenti Garnasih perihal debit tersebut.

“Pertanyaan apakah uang itu ada atau tidak,” tanya Aiman Witjaksono.

Yenti Garnasih kemudian menjawab perihal bukti debit uang 100 triliun tersebut.

“Ada rekening yang kemudian didebit. Kemudian ada angka uang 100 triliun kurang. Tapi tulisannya debit. Debit itu artinya di hari itu didebit,” jawab Yenti Garnasih.

“Artinya uangnya ada ,” tanya lagi Aiman Witjaksono.

“Iya uangnya ada. Maka uang itu didebit. Kalau tulisannya didebit, bararti ada uang terus kemudian keluar,” jawab Yenti Garnasih.

“Saya sudah banyak ikut pengungkapan TPPU. Tidak pernah ada pagu,” tutur lagi Yenti Garnasih.

Aiman Witjaksono kemudian menyimpulkan bahwa uang 100 triliun di rekening Brigadir Joshua itu memang benar adanya.

“Jadi uangnya diduga ada,” tandas Aiman Witjaksono.  (utw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.

DKI Jakarta

Dihina Lurah, Puluhan Petugas PPSU Ancol Mogok Kerja

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mogok kerja karena adanya penghinaan yang dilakukan Lurah Saud M Manik dan Sekretaris Kelurahan Ancol, Khenny Hutagaol kepada mereka. 

Petugas PPSU, Pipit Mulyaningsih menambahkan, Sekretaris Lurah kalau bicara selalu menyakitkan dan selalu berkata miskin ke PPSU. “Jadi kayaknya anak-anak sakit hati,” kata dia di Jakarta, (19/2024).

Sementara itu, Lurah Ancol, Saud M Manik mengatakan, aksi yang dilakukan PPSU tersebut sebagai bentuk solidaritas petugas yang diberhentikan. “Hari ini hanya lima PPSU yang masuk dan lainnya tidak masuk,” kata dia.

Ia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang diputuskan hubungan kerjanya. “Ada satu pekerja yang kami berhentikan karena memang melanggar kontrak kerja,” kata dia. (tw)

Continue Reading

Megapolitan

Ground Breaking D’OrangePark Apartment, Hotel & Residence Depok yang Dikembang oleh MITRA Jaya Realty dan Dikelola KEISKI Group

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Depok, D’OrangePark adalah “Student Apartment, Hotel & Residence” yang memiliki konsep Urban Living – Cosmopolitan & Healty Life, yang bertujuan untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru, dan sebagai tempat pengembangan embrio-embrio startup baru sehingga dapat mendukung perekonomian daerah Depok khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

D’OrangePark Apartment, Hotel & Residence Depok dikembang oleh MITRA Jaya Realty dan dikelola oleh KEISKI Group ini melakukan acara ground breaking pada tanggal 17 Februari 2024 di kawasan Depok-Jawa barat.

Tumanggo Pitta Raja selaku Direktur Utama dari Mitra Jaya Realty selaku Pengembang proyek d’OrangePark menyampaikan, “Setelah sukses dengan proyek perumahan seperti Alam Kencana Town House, Eska Mansion, Bungur Residence, Bungur Mansion I (satu) serta rencana produk perumahan unggulan lainnya yaitu Bungur Mansion II di Cibubur, maka dengan sukacita kami menghadirkan d’OrangePark yang menjadi contoh dalam hal konsep dan pengelolaan Apartemen terbaru dan pertama di Indonesia.

“Kami yakin, dengan adanya beberapa fasilitas – fasilitas pendukung Seperti co-working
space, co-working terrace, communal park, linear Greenery, klinik kesehatan 24 jam,
konsep double decker, iconic rooftop, dan apartemen pertama yang akan dikelola oleh Operator Hotel yaitu Keiski Group, d’OrangePark akan menjadi tempat hunian yang modern, sehat, nyaman dan menjadi tempat pergerakan ekonomi daerah baru.” jelasnya di acara Ground breaking kawasan Depok, (17/2/2024).

Ia menambahkan bahwa semua konsep dan fasilitas ini ditujukan untuk mereka yang memiliki aktifitas di pusat kota dan pusat ekonomi, dimana lokasi d’OrangePark sangatlah strategis, tepat di pintu keluar tol Cijago – Cisalak dan berada di area segitiga emas Depok. Aksesibilitas dari berbagai (tol Jagorawi, Cikampek, Cijago, JORR2, Desari), serta bersinggungan dengan wilayah premium selatan dan timur Jakarta seperti TB
Simantuoang – Cawang dan Bandara Halim Perdana Kusuma, menjadikan proyek
d’OrangePark sebagai hunian yang nyaman, praktis dan efisien.

Pada kesempatan yang sama, Tulus Panahian selaku Direktur Penjualan & Pengembangan Bisnis Mitra Jaya Realty menambahkan, “d’Orangepark berdiri diatas lahan seluas sekitar 7.600 m2 dan terdiri dari 2 tower apartment & hotel dengan total 750 unit.

Tower 1 dengan total 216 unit telah habis terjual dengan perkiraan omzet kurang lebih 550
milyar Rupiah. Kami juga akan mengembangkan d’OrangePark Residence sejumlah 34 unit landed house pada tahap berikutnya.”

Ia juga mengharapkan, pengembangan investasi ini akan membawa dampak dan manfaat yang baik bukan hanya bagi para konsumen yang membelinya, tapi juga bagi Masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Ren Tobing selaku Direktur Utama dari Keiski Group, pengelola hotel dan
Kawasan d’OrangePark Apartment, Hotel & Residence menyatakan, “Keiski Group
sangat bangga dapat menjalin hubungan bisnis yang strategis dengan Mitra Jaya Realty,”.

Ditengah-tengah upaya membangun kembali bisnis hospitality yang sempat terpuruk saat pandemic covid-19, diantaranya pengelolaan hotel & serviced apartment dibawah brand Keiski Hotel serta Nemuru Hotel di berbagai lokasi strategis, pengembangan bisnis resto-cafe-catering yang independen, serta recana terjun dalam bisnis developer properti, maka kerjasama yang ditandai dengan peresmian pembangunan d’OrangePark ini menjadi salah satu momentum yang sangat baik.

“Dengan konsep yang sangat luar biasa diciptakan oleh Mitra Jaya Realty dan dikombinasikan dengan profesionalisme pengelolaan bertaraf internasional dari Keiski Group, maka Saya yakin d’OrangePark akan menjadi pilihan favorit dalam berbagai kegiatan penginapan & pertemuan di daerah Depok dan sekitarnya,” jelasnya di Depok saat menghadiri acara ground breaking, (17/2/2024).

“Kami sudah belasan tahun melakukan pengelolaan property, sudah 90 hotel yang kami kelola, bahkan sudah sampai di Malaysia dan Mianmar. Puluhan hotel yang kita kelola, ada 4 hal yang bisa dijadikan patokan untuk satu property, khususnya hotel dan apartemen itu berhasil. Ada tiga L, yaitu lokasi, lokasi dan lokasi”, ungkapnya.

“Selain itu, ini tentunya ini akan menciptakan peluang ekonomi baru termasuk pengadaan lapangan kerja serta meningkatkan kegiatan pariwisata serta ekonomi kreatif di daerah Depok,” tutupnya.

Continue Reading

Megapolitan

Sekeluarga Kemungkinan Gagal Lolos ke DPR, Hary Tanoe Tak Lagi Orang Terkaya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count  dari berbagai lembaga survei, Hary Tanoesoedibjo sekeluarga gagal melenggang ke Senayan. 

Pasalnya perolehan Partai Perindo masih kurang dari ambang batas, atau sekitar 1,2% hingga 1,5% hingga pukul 15.30 WIB. Data masuk rata-rata lembaga hitung cepat telah mencapai lebih dari 95%, bahkan ada yang sudah nyaris 100%.

Sebagaimana diketahui, Hary Tanoe pada tahun ini maju ke DPR RI. Tidak sendiri, istri dan lima anaknya juga maju menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Perindo. 

Hary Tanoe maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III dan istrinya, Liliana Tanoesoedibjo bertanding di Dapil DKI Jakarta II.

Lalu anak sulungnya, Angela maju di Dapil Jatim I. Sementara adiknya, Valencia terdaftar sebagai bakal caleg di Dapil Jakarta III dan anak ketiganya, Jessica (kalah) menjadi caleg dari Dapil NTT II. Anak keempatnya, Clarissa tercatat sebagai bakal caleg Perindo untuk Dapil Jawa Barat I.

Terakhir, anak bungsu Hary, Warren (kalah) juga turut memperebutkan kursi DPR di Dapil Jawa Tengah I.

Dari seluruh keluarga Hary Tanoe, tercatat hanya Jessica dan Waren yang tidak mengantongi suara tertinggi dari Partai Perindo di dapilnya masing-masing. 

Adapun mengacu pada UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 414 ayat 1 menyebutkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold ditetapkan paling rendah 4 persen dari jumlah suara sah secara nasional.

Bila mengacu pada hasil hitung cepat, artinya Perindo tidak memenuhi ambang batas tersebut. 

Sementara itu, Hary Tanoe per Desember 2023 telah keluar dari Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes. Pada 2022, dia duduk di peringkat 39 dengan harta US$ 1,09 miliar.

Dalam daftar terbaru tahun 2023, nama Hary Tanoe sudah tidak tercatat. Padahal urutan ke-50 diisi oleh Sabana Prawirawidjaja dan keluarga dengan harta US$ 940 juta, atau lebih rendah dibandingkan dengan catatan harta Hary Tanoe pada 2022.

Adapun anak sulungnya Angela tercatat sebagai wakil menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurut Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dilaporkan Angle pada 2022, dia memiliki total harta Rp 347,75 miliar. 

Hartanya terdiri dari dua tanah dan bangunan di Jakarta Pusat senilai Rp 196,32 miliar. Selain itu dia melaporkan alat transportasi Land Rover Range Rover 2014 dan Lexus LX 570 2013 senilai Rp 3,4 miliar .

Dia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp 40,43 miliar, surat berharga Rp 80,99 miliar, dan kas setara kas Rp 26,61 miliar. Angela pada 2022 melaporkan LHKPN tanpa utang.

Pemilu kembali menimpa Perindo di tahun 2024. Tidak lolos ambang batas. Kurang apa.

Saya sebut tragedi karena partai ini tidak kurang apa pun: uang, media, tokoh. Tapi perolehan suaranya tetap di bawah dua persen.

Satu keluarga konglomerat Hary Tanoesoedibjo pun gagal masuk Senayan. Total enam orang: HT, istri, dan empat anaknya.

Anda sudah tahu: HT nyalon di Banten III.

Istrinya, Liliana nyalon di Jakarta II.

Anak sulungnya Angelia nyalon di dapil Jatim I, kota kelahiran ayahnyi.

Anak kedua, Valencia, nyaleg di Jakarta III.

Jessica, anak ketiga, di NTT II.

Anak ketiga, Clarissa, nyaleg di Jabar I.

Dan si bungsu, satu-satunya laki-laki, Warren, nyaleg di dapil Jateng I.

HT sebenarnya berhasil menggaet ulama besar untuk menjadi ketua harian DPP Perindo: Tuan Guru Bajang. Ia mantan gubernur NTB dua periode. Pewaris organisasi keagamaan terbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW). Lulusan Al Azhar, Kairo. Doktor ilmu tafsir. Hafal Quran.

Tampilnya Tuan Guru Bajang saya pikir bisa mengubah Perindo dari sekadar partai keluarga. Lalu basis pemilih partai itu melebar. Termasuk ke kalangan muslim.

Tapi Tuan Guru Bajang kelihatannya tidak bisa banyak berbuat. Meskipun jabatannya setinggi ketua harian tapi kekuasaan yang melekat padanya kelihatannya terbatas.

Di sebuah perusahaan swasta, jabatan itu kadang tidak penting. Anda bisa punya jabatan mentereng apa pun, tapi yang paling berkuasa di situ adalah yang memegang buku cek.

Atau, kalau sekarang –ketika buku cek tidak penting lagi– yang paling berkuasa adalah yang memegang tombol token e-banking.

Di Lombok sendiri Tuan Guru Bajang bukan lagi peraih suara terbanyak. Menurut hitungan sementara, suara terbanyak di sana dipegang caleg dari Gerindra: Lale Syifaun Nufus.

Lale Syifaun Nufus adalah sepupu Tuan Guru Bajang. Dia adik dari pemimpin tertinggi Nahfldlatul Wathan Anjani: Tuan Guru Lalu Gede Zainuddin Atsani.

Di Lombok dulunya hanya ada satu NW. Yakni yang didirikan Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid di tahun 1953. Keulamaan Tuan Guru ini diakui sampai di Makkah. Beliau punya dua putri.

Akhirnya NW pecah dua. Sejak 1998. Saat itu, sang putri pertama, Siti Raihanun terpilih sebagai ketua NW. Keluarga satunya tidak setuju. Mereka menguasai kantor pusat NW yang di Pancor. Maka kubu Raihanun memindahkan kantor pusat NW ke Desa Anjani.

Sejak itu ada NW Pancor dan NW Anjani. Tidak pernah bisa bersama lagi. Sampai sekarang.

Kubu NW Pancor kini dipimpin KH Tuan Guru Bajang. Sedang NW Anjani dimpimpin oleh KH Lalu Gede Zainuddin Atsani, kakak Lale Syifaun Nufus.

Dua kubu itu selalu berbeda pula aliran politiknya. Kubu TGB pernah di PBB. Lalu pindah ke Demokrat. Pindah ke Golkar. Pindah lagi ke Nasdem. Terakhir pindah ke Perindo.

NW Anjani awalnya ikut Partai Bintang Reformasi-nya ustadz sejuta umat Zainuddin MZ. Lalu ikut Hanura. Terakhir ini ikut Gerindra.

Di daftar calon, TGB caleg DPR nomor satu di Perindo, Lalu Syaifun Nufus nomor satu di Gerindra. Nufus dapat suara tertinggi. TGB nomor dua terbanyak. Mungkin saja dua-duanya lolos masuk ke Senayan. Tapi karena Perindo tidak berhasil melewati ambang batas parlemen (empat persen), maka kursi TGB hilang.

Padahal kalau TGB bisa lolos ke DPR, ia akan punya panggung nasional. Ia sudah tidak perlu lagi panggung lokal. Ia masih muda. Berprestasi. Tinggal panggung besar yang belum punya.

Banyak tokoh besar hanya kebagian panggung kecil. Banyak tokoh kecil bisa dapat panggung besar. Hanya sedikit tokoh besar dapat panggung besar. Lebih banyak lagi tokoh kecil di panggung kecil.

Lebih baik fokus urus bisnis media dan berpikir bagaimana cara mendidik masyarakat dengan baik melalui tayangan yang bermutu. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending