Peristiwa
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco akan Tertibkan Anak Anggota DPRD Sulsel yang Dijuluki Ratu Dapur MBG
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Program strategis Makan Bergizi Gratis alias MBG di Sulawesi Selatan menjadi sorotan tajam publik, setelah terungkapnya dominasi pengelolaan dapur oleh Yasika Aulia Ramadhany, putri dari Wakil Ketua DPRD Sulsel dari Fraksi Gerindra, Yasir Machmud.
Dalam usianya yang baru menginjak 20 tahun, Yasika disebut mengelola hingga 41 dapur MBG.
Tentu saja, hal itu memicu dugaan monopoli dan konflik kepentingan yang sampai ke telinga pimpinan pusat Partai Gerindra.
Kontroversi ini pertama kali meledak di media sosial, salah satunya disuarakan oleh mantan Sekretaris Kementerian BUMN, Muhammad Said Didu.
Melalui akun X (sebelumnya Twitter) miliknya, Said Didu secara sarkastis mempertanyakan praktik tersebut dan mengaitkannya dengan semangat pemberantasan korupsi yang diusung oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Woowwww. Inikah praktek awal Serakahnomic ? Setahu saya Bpk Presiden @prabowo yg juga pimpinan Partai Bapak pengelola 41 dapur tersebut (wakil Ketua DPRD Sulsel) sedang memberantas Serakahnonic,” tulis Said Didu, dikutip hari Kamis (20/11/2025).
Cuitan tersebut dengan cepat menyebar dan mendapat respons langsung dari petinggi partai.
Ketua Harian DPP Partai Gerindra, Sufmi Dasco Ahmad, menjawab singkat namun tegas melalui akun X resminya, Prof.H.Sufmi Dasco Ahmad.
Menanggapi unggahan yang menyoroti masalah ini, Dasco memberikan sinyal tidak akan tinggal diam.
“Kita tertibkan,” tulis Dasco singkat.

Sejak Oktober 2025, sekitar 11.000 orang Siswa kena racun MBG. Anggaran daerah banyak terkena potong dan Memecat banyak tenaga honorer yang berusaha menghidupi keluarga.
Jadi itu tujuan ada SPPG untuk memperkaya orang seperti anak anggota DPRD Sulsel ini
Di luar sana jutaan orang mencari kerja namun anak tersebut cukup tidur saja, sehari bisa raup ratusan juta.
Andai melibatkan UMKM tanpa perlu membuat SPPG tentu perekonomian bergerak dan banyak tenaga kerja yang terserap. Sayangnya justru lagi-lagi yang menikmati kue-kue negara ini hanya para penguasa .
Di lain tempat, proyek ini menguntungkan beberapa pihak seperti di Sulawesi Selatan, seorang anak pejabat berusia 20 tahun Jadi bos MBG dan menguasai 41 dapur MBG dengan keuntungan Rp 246 juta per hari.
Ketidakadilan ini lahir akibat Birahi kekuasaan yang tak mendengar Masukan. (tw)
