Connect with us

Peristiwa

Warga Konoha +62 Kena Prank, Tiket Sold Out Karena Ingin Nonton Messi! Lalu Siapa yang Untung?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, buka suara mengenai laga FIFA Matchday Juni 2023 antara timnas Indonesia vs Argentina yang tanpa diperkuat mega bintang, Lionel Messi.

Saat ini Lionel Messi tengah bersama skuad Argentina yang sudah berada di Beijing, China. Di Beijing, tim besutan Lionel Scaloni itu akan menghadapi Australia, Kamis (15/6/2023).

🗣️ “Ya, tetapi ini kan memang pertandingan Indonesia dan tim Argentina,” ucap Erick Thohir kepada awak media, Selasa (13/6/2023).

Dikatakan Erick Thohir, laga kontra timnas Indonesia bukan bertajuk Lionel Messi All Star. Melainkan pertandingan FIFA Matchday yang akan menentukan ranking ke depannya.

🗣️ “Jadi ini bukan pertandingan Indonesia melawan Messi All star,” ucap Erick Thohir.

Nitizen: Awalnya pejabat ini gembar-gembor bahwa akan mendatangkan Messi dan timnas argentina bersamaan, setelah tiket sold out dalam satu hari, dengan entengnya kepada seluruh rakyat Indonesia, bahwa kita bukan datangkan Messi All stars, tapi timnas Argentina, Ngelesnya jago banget nih pejabat yang dulu nafsu jadi ketum PSSI dan masih double jabatan jadi MenBUMN. Untungnya dari sold out war tiket kemana pak?

Sebelumnya, Lionel Messi yang tidak akan ikut rombongan tim Tango itu melawat ke Tanah Air dilaporkan oleh jurnalis asal Argentina, Leo Paradizo.

Mengetahui Lionel Messi dikabarkan tak ikut rombongan Timnas Argentina ke Indonesia, salah satu media asal Malaysia, Makan Bola menyebutkan bahwa pencinta sepak Indonesia mendapatkan pukulan telak usai La Pulga dikabarkan batal ke Indonesia.

“Kabar ini akan memberikan suatu pukulan telak bagi pencinta bola sepak Indonesia karena rata-rata ingin melihat aksi Messi di tempat mereka,” tulisnya.

“Baru-baru ini, tiket pertandingan melawan Argentina telah habis dalam masa dua menit saja, ini menunjukkan sambutan yang luar biasa dari suporter Indonesia,” pungkasnya.

Tiket Sold out karena sebagian warga Indonesia salah satunya ingin nonton permainan individu Messi, lantas siapa yang diuntungkan dari prank yang mereka buat? (tri)


Peristiwa

Kementerian ESDM Tangkap WNA Cina Pelaku Tambang Emas Ilegal di Kalbar

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Seorang WNA asal China berinisial YH ditangkap karena melakukan kegiatan pertambangan bijih emas tanpa izin atau ilegal di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Temuan kasus ini berawal dari penyidik PPNS Minerba bersama dengan Korwas PPNS Bareskrim Polri yang mengadakan pengawasan, pengamatan, penelitian, dan pemeriksaan atau wasmatlitrik terhadap kegiatan penambangan tanpa izin bijih emas.

Melalui wasmatlitrik, para penyidik menemukan aktivitas pertambangan tersebut, yang berlangsung di bawah tanah.

Modus yang digunakan dalam tindak pidana ini adalah memanfaatkan lubang tambang dalam (tunnel) yang masih dalam masa pemeliharaan dan tidak memiliki izin operasi produksi.

“Dengan alasan kegiatan pemeliharaan dan perawatan tersebut, mereka melaksanakan kegiatan produksi pengambilan bijih emas di lokasi, termasuk mengolah dan memurnikan di terowongan tersebut,” kata Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara Kementerian ESDM Sunindyo Suryo Herdadi di jakarta, (14/5/2024). (tri)

Continue Reading

Peristiwa

Kepala Bea Cukai Purwakarta Dilaporkan ke Kemenkeu dan Dibebastugaskan

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) membebastugaskan Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Purwakarta Rahmady Effendy Hutahaean pada Kamis (9/5/2024).

Hal ini sebagai bentuk lanjut dari kasus terkait persoalan bisnis dan hukum yang dihadapi Rahmady.

“Atas dasar hasil pemeriksaan internal, yang bersangkutan sudah dibebastugaskan terhitung sejak 9 Mei lalu untuk mempermudah proses pemeriksaan lanjutan sesuai dengan ketentuan yang berlaku,” ucap Direktur Komunikasi dan Bimbingan Pengguna Jasa DJBC, Nirwala Dwi Heryanto dalam keterangan resmi yang diterima pada Senin (13/5/2024).

DJBC sudah melakukan pemeriksaan internal terkait permasalahan yang dihadapi oleh Rahmady.

Dari hasil pemeriksaan ditemukan bahwa persoalan yang dihadapi oleh Rahmady terkait dengan konflik kepentingan bisnis yang juga melibatkan istri Rahmady, yaitu Margaret Christina. Rahmady dilaporkan oleh Wijanto Tirtasana karena permasalahan bisnis antara kedua belah pihak.

Pada 2019 Margaret mendirikan perusahaan swasta bernama PT Mitra Cipta Agro dan menunjuk Wijanto sebagai CEO. Dalam perjalanan menjalankan usaha bersama terjadi konflik bisnis. Akhirnya kedua belah pihak saling lapor ke aparat penegak hukum. (tri)

Continue Reading

Peristiwa

Tolak Putusan MK, Din Syamsuddin dan Rizieq Shihab Siapkan Aksi Demonstrasi Besar Pada Mei Mendatang

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Tak terima dengan putusan MK terkait sengketa Pilpres yang menyebut tak menemukan bukti cawe-cawe Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada proses pemilu 2024, Ketua Gerakan Penegakan Kedaulatan Rakyat (GPKR) Din Syamsuddin menyebut akan menyiapkan aksi besar bersama Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab.

Din Syamsuddin mengaku telah lama mengetahui intervensi Presiden Jokowi ke MK. Oleh karena MK dianggap tak lagi bisa diandalkan netralitasnya, ia menyiapkan perlawanan melalui unjuk rasa yang akan digelar bulan depan.

Unjuk rasa berskala besar itu menurut Din Syamsuddin rencananya akan digelar pada 20 Mei 2024 bertepatan dengan Hari Kebangkitan Nasional dan berlokasi langsung di depan Istana.

“20 Mei Hari Kebangkitan Nasional, kita tidak lagi (demo) di DPR, tidak lagi di Mahkamah Konstitusi, kita pindah ke sebelah sana, di depan Istana Negara. Ini usul saya,” ujarnya saat melakukan orasi mengawal putusan MK di kawasan Patung Kuda, Jakarta Pusat, Senin (22/4/2024).

Dalam pernyataannya tersebut ia memastikan bahwa bersama dengan koalisi aksi massa lain pihaknya akan menyiapkan massa yang lebih besar untuk mengepung Istana Negara.

“20 Mei kita siapkan yang sebesar-besarnya. Kita kepung Istana Negara,” pungkasnya.

Perihal penolakan permohonan sengketa Pilpres oleh MK, Din Syamsuddin menyebut bahwa Jokowi telah mengintervensi MK sejak tahun 2015.

“Pada 2015 saya menengarai, saya mengendus. Saya meyakini Presiden Joko Widodo melakukan intervensi terhadap Mahkamah Konstitusi,” ujarnya dalam kesempatan orasi yang sama.

Seperti diketahui, Mahkamah Konstitusi sebelumnya telah memutuskan menolak gugatan perkara PHPU yang dimohonkan oleh paslon 01 dan 03 dengan alasan tidak menemukan bukti keterlibatan Jokowi dalam dugaan “cawe-cawe” presiden pada penyelenggaraan pemilu 2024. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending