Connect with us

Peristiwa

Warga Rempang Tolak Peletakan Batu Pertama Rumah Contoh Relokasi, Ini Tanah Moyang Kami

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Batam, Puluhan emak-emak warga melayu Pulau Rrmpang melakukan unjuk rasa penolakan acara seremonial peletakan batu pertama rumah relokasi Rempang Eco City di Tanjung Banon, Pulau Rempang, pada hari ini, Rabu, 10 Januari 2024.

Adapun unjuk rasa dilakukan dengan cara membentangkan spanduk penolakan relokasi, penolakan peletakan batu pertama, hingga penolakan Pepres 78 Tahun 2023. “Ini tanah moyang kami, kami tidak mau rumah relokasi itu,” kata Ratna, salah satu demonstran saat berorasi.

Setiap mobil pejabat yang datang menghadiri acara tersebut, warga langsung berteriak menolak relokasi. “Aksi ini bentuk protes kami, jangan kami dianggap diam saja. Kami menolak relokasi kalaupun ada rumah baru itu,” kata Arif, warga lainnya.

Ia pun menyebutkan penolakan relokasi sudah harga mati bagi para warga. “Kami masih kuat untuk bertahan sampai kapan pun,” katanya.

Melihat simpang Dapur Enam sudah dipenuhi oleh aparat kepolisian, Ditpam BP Batam, personel TNI, hingga Satpol PP. Setiap kendaraan yang melintas juga dicek oleh petugas yang berjaga.

Sampai berita ini diturunkan, warga di bawah guyur hujan masih bertahan. Mereka menunggu Kepala BP Batam Muhammad Rudi melintas dijalan tersebut dan menyampaikan aspirasi penolakan tersebut.

Adapun sebelumnya pada siang hari ini akan dilaksanakan peletakan batu pertama pembangunan rumah relokasi. “Saya bersyukur kepada Allah, hari Rabu besok, rumah contoh untuk warga yang terdampak pengembangan Rempang Eco City sudah bisa kita bangun,” ujar Walikota Batam yang juga Kepala BP Batam Rudi dalam keterangannya pada Selasa, 9 Januari 2023. (tri)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement