Connect with us

Nusantara

Warga Sekitar Dilarang Ikut HUT RI di IKN, Istana Negara Bentuknya Menyeramkan

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Kaltim, Upacara 17 Agustus untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-79 Republik Indonesia akan diselenggarakan di dua tempat, yaitu di Istana Merdeka Jakarta dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Kalimantan Timur, Sri Wahyuni mengatakan terkait persiapan agenda di ibu kota baru itu, mengundang tokoh masyarakat Bumi Etam dan memutuskan bahwa warga sekitar tidak diizinkan untuk mengikuti agenda tersebut.

Meski masyarakat umum tidak dapat masuk ke Istana Negara yang menjadi venue utama Upacara HUT RI di IKN Kaltim, namun kemeriahan tetap dapat dinikmati dari dekat.

“Sama seperti di Jakarta, penduduk di sana tidak semua bisa masuk ke Istana Negara, tapi bisa menyaksikan secara langsung (live streaming). Nah, kita ajak masyarakat seperti itu,” ujarnya, selepas agenda Rapat Paripurna di Kantor DPRD Kaltim, Selasa (6/8/2024).

Masyarakat sekitar bisa menonton lewat live streaming, yang diadakan oleh pihak Pemprov yang bekerjasama dengan Kabupaten/Kota.

Rencananya live streaming itu akan digelar di Pentacity Kota Balikpapan dan Big Mall Kota Samarinda.

Istana Negara di IKN Sungguh Menyeramkan Bentuknya

Di dalam dunia seni, seni rupa khususnya.
Ada sebuah istilah yg disebut Stylasi bentuk.
Yaitu upaya penyederhanaan bentuk, dari bentuk asli ke bentuk /design yang kita inginkan.
Tanpa meninggalkan “image” dari bentuk aslinya.
Sehingga masyarakat / penikmat seni, masih bisa menangkap ide dasar dari karya tersebut.

Lantas bagaimana dengan “istana garuda” IKN…??

Kalau dari awalnya memang sudah didesign untuk berwujud menyeramkan seperti itu.
Maka itu tidak salah.
Karena tentunya banyak pihak yg terkait dalam pembuatan karya tersebut.
Dari mulai design, eksekusi pengerjaan, sampai penyelesaian.

Namun,
Apabila awalnya design seperti gambar 1, namun hasil akhir seperti gambar ke 2.
Maka itu adalah sebuah kesalahan dan kegagalan.
Karena design awal dengan hasil akhir bertolak belakang.

Atau tiba tiba saja ditengah pengerjaan, sang Penguasa Istana, ingin mengubah Garuda yang Gagah menjadi Gagak yang menyeramkan.
Mungkin dia terinpirasi oleh Maleficent yang punya Istana kegelapan…

Tapi…
Semoga saja mereka betah tinggal disana.
Dikelilingi penyihir – penyihir hitam yang tiap hari merapalkan mantera – mantera kesengsaraan. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement