Connect with us

Ekonomi

Warga Solo Kaget Bayar PBB Naik 400 Persen, Nitizen: Siapa Dulu Walikotanya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Seorang warga Badran, Laweyan, Kota Solo, mengeluh karena mendapat tagihan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) yang begitu tinggi. Naik hampir 400 persen.

Dewi Elisawati mengungkapkan, dirinya menerima tagihan jatuh tempo pembayaran pajak tahun ini atas rumahnya di Jalan Hasanuddin.

Alangkah kagetnya dia ketika melihat nominalnya hampir Rp 2 juta, tepatnya Rp 1.987.558.

“Padahal, tahun lalu Rp 451.036,” keluhnya, seperti dilansir TribunSolo, Jumat (3/2/2023).

“Edan tenan. Ya kalau bisa mengajukan keringanan to. Wong naik kok 400 persen. Kalau punya program itu ya bertahap,” jelasnya.

Dewi mengatakan, dirinya merasa keberatan dengan kenaikan PBB yang terkesan gila-gilaan tersebut.

“Naik yo naik tapi mbok yo ojo mencekik leher. Iki para pensiunan lho. Dimana pun kenaikan 400 persen kuwi ra ono,” ungkapnya.

Penghitungan PBB dihitung dari berbagai variabel, salah satunya Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) yang menjadi kewenangan pemerintah daerah.

Ketua Fraksi PDI-P DPRD Kota Solo YF Sukasno mempertanyakan kenaikan PBB yang naik sampai dua kali lipat, bahkan lebih.

“Atas nama Fraksi PDi Perjuangan mempertanyakan kepada Bapenda apakah sudah melalui kajian,” terangnya saat dihubungi, Kamis (3/2/2023).

Sukasno juga mempertanyakan apakah sebelumnya Pemkot Solo sudah melakukan sosialisasi. Sebab, banyak warga yang mengaku kaget karena mendapati PBB-nya bisa naik signifikan pada tahun ini.

“Harusnya karena SPPT PBB itu turunnya di kelurahan RW RT harusnya ada sosialisasi. Biar enggak kaget. Di Kota Surakarta pembayar PBB menengah ke bawah,” jelasnya. Dia juga menyoroti NJOP yang menjadi kewenangan pemkot sudah berkoordinasi dengan Badan Pertanahan Nasional (BPN) atau belum.

Sebabnya, PBB Kota Solo yang melonjak dipengaruhi oleh NJOP yang menjadi variabel. “NJOP apakah juga dalam penetapan koordinasi mendapat masukan dari BPN. Nanti akan didapatkan hasil yang baik,” ungkapnya. Sukasno melanjutkan, dirinya akan meminta Komisi 2 DPRD untuk berkomunikasi terkait melonjaknya PBB.

“Nanti akan saya koordinasikan dengan Komisi 2. Menurut saya, mohon segera direvisi sehingga masyarakat tidak resah,” jelasnya.

Nitizen pun berujar, Siapa dulu dong Walikotanya? Bapak sama anak podo wae..nyusahin rakyatnya. (tri)

Ekonomi

Pj. Bupati H.Kaspinor: Pasir Silika di Sukamara diminati Para Investor

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Kabupaten Sukamara-Kalimantan Tengah ambil bagian dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2024 di Hall Jakarta Convention Center Senayan, dengan menampilkan potensi-potensi dan investasi unggulannya.

Kegiatan yang diikuti oleh pemerintah kabupaten se-Indonesia ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia,Ir.H.Joko Widodo, Menteri Dalam Negeri Prof. Jenderal Pol, H. Tito Karnavian,Rabu tanggal 10 Juli 2024.

Pj. Bupati Sukamara Dr. H. Kaspinor, SE., M. Si , menggarisbawahi pentingnya acara ini bagi daerahnya. “Kami sangat menghargai kesempatan untuk berpartisipasi dalam Apkasi Otonomi Expo. Ini adalah kesempatan emas untuk mempromosikan potensi dan investasi di sukamara-Kalteng termasuk produk-produk UMKM dan komoditi unggulan kami,” ujarnya.

Pj. Bupati Dr. H. Kaspinor, SE., M. Si juga menekankan bahwa acara ini adalah kesempatan untuk membangun kerja sama antar daerah,dan para investor yang berminat investasi ke Sukamara.

“Kami berharap dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di daerah kami. Dengan investasi yang tepat, kami yakin bisa mengurangi angka pengangguran, mengatasi kemiskinan, mengatasi stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya di acara Apkasi JCC Senayan pada tanggal 10 Juli 2024.

Dr. H. Kaspinor, SE., M. S juga mengatakan, mengikuti pameran kali ini momentum sangat strategis dalam rangka promosi potensi-potensi daerah. Kaspinor menambahkan,disamping mempromosikan potensi SDA, produk unggulan juga memperkenalkan yang berkaitan dengan pertanian terintergrasi, karena memang akhir-akhir ini negara kita sedang berupaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dan daerah agar sisi produksi semakin kuat,mandiri dan mampu mengatasi gejolak akibat kelangkaan dan fluktuasi harga komoditas kebutuhan pokok tertentu dimasyarakat sehingga harapan kita gerakan pertanian terintergrasi ini bisa mengatasi kemiskinan extrem, pengangguran, mengatasi inflasi dan stunting. Dari produk-produk pertanian terintegrasi yang kita hasilkan kedepan harapan hilirisasi nya akan menjadi produk-produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing kompetitif menumbuhkan minat masyarakat konsumen, pangsa pasar yang meluas. kesempatann pada expo kali ini juga Kaspinor, menyampaikan potensi sumber daya alam Kabupaten Sukamara sangat besar dan diminati calon investor dalam dan Luar negeri, batu-batuan (batu Kecubung) pasir silica, biji besi dan hasil nelayan tangkap wilayah pesisir dan pariwisata pantai yang kuantitas dan kualitasnya pun sangat baik.

“Dan kedepan sumber daya alam yang kita miliki ada seperti besi, pasir silika, Berpotensi besar untuk berdirinya berbagai industri yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Nasional dan daerah, penyumbang devisa negara dan pendapatan daerah dengan harapan tentunya akan menjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah dan menjadi kabupaten yang terus berkembang dengan kekayaan alam yang berlimpah . Kabupaten Sukamara terbentang seluas 3.827 km2 daerah terbuka bagi investor telah didukung dengan perencanaan tata ruang untuk pengembangan Kawasan Industri, pertanian terintegrasi dan pariwisata.

Seiring pertumbuhan ekonomi, kabupaten Sukamara mendorong pembangunan di bidang infrastruktur dan pengembangan potensi di berbagai sektor, dari pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM, Pariwisata dan perikanan.

Selama menjabat sebagai pejabat Bupati Sukamara sejak dilantik tanggal 25 Spetember 2023, Kaspinor juga beberkan ada beberapa penghargaan yang diraih oleh Dr. H. Kaspinor, SE., M. Si, yaitu: Penghargaan peringkat 1 terbaik untuk kategori capaian realisasi APBD tahun anggaran 2023 yang diberikan langsung penghargaannya oleh Gubernur Kalimantang Tengah tahun 2024, mendapat Penghargaan peringkat pertama untuk kategori akselerasi penyaluran dana desa tahun 2023 oleh an Kemenkeu RI/Kepala Kanwil DJPb prov.Kalteng, satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang menerima penganugerahan dari ‘Corporate Culture Award’ oleh ESQ 2024,di Jakarta beberapa hari lalu, yang dihadiri langsung Pj. Bupati Kaspinor di Gedung 165 .Kemudia Sukamara dibawah kepemimpinan Kaspinor, juga menerima Penghargaan terbaik satu, SPM 2023 dari Gubernur Kalteng.

Dr. H. Kaspinor, SE, M. Si yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) dan Kepala BAPPEDA LITBANG Provinsi Kalimantan Tengah ini juga menambahkan bahwa,”Kegiatan yang dilaksanakan mulai 10 sampai 12 Juli 2024 ini juga dibarengi dengan Rapat Kerja Nasional XVI Apkasi 2024 dengan tema “Sinergisitas Pembangunan Berkelanjutan Pemerintah Pusat Dengan Pemerintah Daerah Menuju Indonesia Maju”, dan Apkasi Procurement Network 2024. (utw)

Continue Reading

Ekonomi

Pasir Silica Sukamara-Kalteng Diminati Investor pada acara Apkasi Otonomi Expo 2024

Published

on

By

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Kabupaten Sukamara-Kalimantan Tengah ambil bagian dalam Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Otonomi Expo 2024 di Hall Jakarta Convention Center Senayan, dengan menampilkan potensi-potensi dan investasi unggulannya.

Kegiatan yang diikuti oleh pemerintah kabupaten se-Indonesia ini dibuka oleh Presiden Republik Indonesia,Ir.H.Joko Widodo, Menteri Dalam Negeri Prof. Jenderal Pol, H. Tito Karnavian,Rabu tanggal 10 Juli 2024.

Pj. Bupati Sukamara Dr. H. Kaspinor, SE., M. Si , menggarisbawahi pentingnya acara ini bagi daerahnya. “Kami sangat menghargai kesempatan untuk berpartisipasi dalam Apkasi Otonomi Expo. Ini adalah kesempatan emas untuk mempromosikan potensi dan investasi di sukamara-Kalteng termasuk produk-produk UMKM dan komoditi unggulan kami,” ujarnya.

Pj. Bupati Dr. H. Kaspinor, SE., M. Si juga menekankan bahwa acara ini adalah kesempatan untuk membangun kerja sama antar daerah,dan para investor yang berminat investasi ke Sukamara.

“Kami berharap dapat menarik minat investor untuk berinvestasi di daerah kami. Dengan investasi yang tepat, kami yakin bisa mengurangi angka pengangguran, mengatasi kemiskinan, mengatasi stunting dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” jelasnya di acara Apkasi JCC Senayan pada tanggal 10 Juli 2024.

Dr. H. Kaspinor, SE., M. S juga mengatakan, mengikuti pameran kali ini momentum sangat strategis dalam rangka promosi potensi-potensi daerah. Kaspinor menambahkan,disamping mempromosikan potensi SDA, produk unggulan juga memperkenalkan yang berkaitan dengan pertanian terintergrasi, karena memang akhir-akhir ini negara kita sedang berupaya mewujudkan ketahanan pangan nasional dan daerah agar sisi produksi semakin kuat,mandiri dan mampu mengatasi gejolak akibat kelangkaan dan fluktuasi harga komoditas kebutuhan pokok tertentu dimasyarakat sehingga harapan kita gerakan pertanian terintergrasi ini bisa mengatasi kemiskinan extrem, pengangguran, mengatasi inflasi dan stunting. Dari produk-produk pertanian terintegrasi yang kita hasilkan kedepan harapan hilirisasi nya akan menjadi produk-produk olahan yang memiliki nilai tambah dan daya saing kompetitif menumbuhkan minat masyarakat konsumen, pangsa pasar yang meluas. kesempatann pada expo kali ini juga Kaspinor, menyampaikan potensi sumber daya alam Kabupaten Sukamara sangat besar dan diminati calon investor dalam dan Luar negeri, batu-batuan (batu Kecubung) pasir silica, biji besi dan hasil nelayan tangkap wilayah pesisir dan pariwisata pantai yang kuantitas dan kualitasnya pun sangat baik.

“Dan kedepan sumber daya alam yang kita miliki ada seperti besi, pasir silika, Berpotensi besar untuk berdirinya berbagai industri yang mampu memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Nasional dan daerah, penyumbang devisa negara dan pendapatan daerah dengan harapan tentunya akan menjadi peningkatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kalimantan Tengah dan menjadi kabupaten yang terus berkembang dengan kekayaan alam yang berlimpah . Kabupaten Sukamara terbentang seluas 3.827 km2 daerah terbuka bagi investor telah didukung dengan perencanaan tata ruang untuk pengembangan Kawasan Industri, pertanian terintegrasi dan pariwisata.

Seiring pertumbuhan ekonomi, kabupaten Sukamara mendorong pembangunan di bidang infrastruktur dan pengembangan potensi di berbagai sektor, dari pertanian, perkebunan, peternakan, UMKM, Pariwisata dan perikanan.

Selama menjabat sebagai pejabat Bupati Sukamara sejak dilantik tanggal 25 Spetember 2023, Kaspinor juga beberkan ada beberapa penghargaan yang diraih oleh Dr. H. Kaspinor, SE., M. Si, yaitu: Penghargaan peringkat 1 terbaik untuk kategori capaian realisasi APBD tahun anggaran 2023 yang diberikan langsung penghargaannya oleh Gubernur Kalimantang Tengah tahun 2024, mendapat Penghargaan peringkat pertama untuk kategori akselerasi penyaluran dana desa tahun 2023 oleh an Kemenkeu RI/Kepala Kanwil DJPb prov.Kalteng, satu-satunya Kabupaten di Indonesia yang menerima penganugerahan dari ‘Corporate Culture Award’ oleh ESQ 2024,di Jakarta beberapa hari lalu, yang dihadiri langsung Pj. Bupati Kaspinor di Gedung 165 .Kemudia Sukamara dibawah kepemimpinan Kaspinor, juga menerima Penghargaan terbaik satu, SPM 2023 dari Gubernur Kalteng.

Dr. H. Kaspinor, SE, M. Si yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Pendapatan Daerah (BAPENDA) dan Kepala BAPPEDA LITBANG Provinsi Kalimantan Tengah ini juga menambahkan bahwa,”Kegiatan yang dilaksanakan mulai 10 sampai 12 Juli 2024 ini juga dibarengi dengan Rapat Kerja Nasional XVI Apkasi 2024 dengan tema “Sinergisitas Pembangunan Berkelanjutan Pemerintah Pusat Dengan Pemerintah Daerah Menuju Indonesia Maju”, dan Apkasi Procurement Network 2024. (utw)

Continue Reading

Ekonomi

AEPI: Enak Betul BUMN Rejim Jokowi, Utangnya Tembus Rp10.000 Triliun Ditanggung Negara

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Analis Asosiasi Politik dan Ekonomi Indonesia (AEPI), Salamuddin Daeng mengkritik BUMN yang suka ‘ngemis’ uang negara melalui program PMN (Penyertaan Modal Negara) karena terlilit utang jumbo.

“Sekarang ini terbalik. BUMN menumpang hidup kepada masyarakat, mencari uang dengan menjual barang dan jasa kepada masyarakat, pasarnya diberikan pemerintah. Sadisnya lagi, BUMN disuntik uang setiap tahun. Kalau tidak bisa bangkrut karena tak kuat bayar utang,” kata Salamuddin, Jakarta, Kamis (20/6/2024).

Tahun terus berganti, utang BUMN terus menumpuk. Pada 2021, menurut catatan Badan Pusat Statistik (BPS), utangnya mencapai Rp7.238 triliun, kemudian naik menjadi Rp7.857 triliun pada 2022. Dalam setahun, utang BUMN nambah Rp619 triliun. “Tahun ini, mungkin utang BUMN mencapai Rp9.000 hingga Rp10.000 triliun,” ungkap Salamuddin.

“Ini logikanya dari mana? Sudah diperbolehkan ngutang tapi masih minta uang ke negara. Karena boleh tarik utang dan cari untung, BUMN itu seharusnya setor uang sebesar-besarnya ke negara. Itulah maksudnya cabang produksi yang penting harus dikuasai negara. Bukan sebaliknya BUMN minta uang dari negara,” imbuhnya.

Tiap tahun, lanjut Salamuddin, BUMN mengemis uang dari negara atas nama Penyertaan Modal Negara (PMN). Dipilih narasi ‘mengemis’ karena ketika pemerintah mengguyur dana PMN, porsi sahamnya di BUMN itu tidak bertambah juga.

“Berarti itu mengemis uang dari negara. Tiap tahun negara memberikan puluhan triliun. Pada 2020, PMN digelontorkan Rp45,1 triliun. Setahun kemudian meroket Rp93,1 triliun,” kata Salamuddin.

Selanjutnya turun menjadi Rp38,4 triliun pada 2022. Kemudian naik tipis menjadi Rp41,3 triliun pada 2023. Tahun ini, pemerintah siapkan Rp13,6 triliun untuk PMN. “Tahun depan, rencananya akan diberikan Rp44,2. Enak betul BUMN itu,” kata dia.

Dikatakan Salamuddin, BUMN bak anak emas karena diberikan fasilitas, insentif, kemudahan berusaha, pajak, kemudahan mendapatkan proyek bahkan diasupi uang negara. Beda dengan swasta atau asing yang harus berjuang sendiri.

“Ini maksudnya apa? Bukankah BUMN ditugaskan negara untuk mengelola sumber daya alam, menguasai banyak cabang produksi, mengekspor hasil produksi, menghasilkan duit untuk negara yang selanjutnya dikembalikan kepada rakyat. Tapi sekarang malah sebaliknya,” ungkap Salamuddin. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending