Gayahidup
Zakat Fitrah Lebih Baik Disalurkan melalui Amil atau Langsung ke Orangnya? Ini Saran UAS
REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Zakat fitrah wajib dikeluarkan oleh setiap muslim yang memenuhi syarat, yakni beragama Islam, diberi kehidupan hingga matahari terbenam pada akhir Ramadhan, dan memiliki kemampuan untuk membayar zakat fitrah.
Zakat fitrah diberikan kepada delapan golongan yaitu fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharimin, fi sabilillah, dan ibnu sabil. Oleh karenanya, ibadah ini sarat dengan nilai sosial.
Biasanya ketika memasuki Ramadhan banyak masjid yang menerima penyaluran zakat fitrah. Tentunya zakat tersebut diterima melalui amil untuk kemudian dibagikan kembali ke fakir miskin atau yang berhak menerimanya.

Namun, ada pula sebagian orang yang langsung memberikan kepada orang yang berhak menerima zakat fitrah.
Pertanyaannya, mana yang lebih baik: zakat fitrah yang disalurkan oleh muzakki melalui amil atau langsung ke mustahiq? Simak saran Ustadz Abdul Somad (UAS)
UAS mengatakan, pada zaman nabi zakat fitrah langsung diberikan kepada fakir miskin atau orang yang termasuk berhak menerimanya. Kala itu zakat fitrah tidak melalui amil.
“Nah sekarang tidak bisa, karena kalau kita langsung diserahkan ke fakir miskin nanti ada fakir miskin yang dapat sampai satu ton, karena kebetulan banyak kenalan dia, tapi ada yang tidak dapat,” kata UAS dikutip dari YouTube Ustadz Abdul Somad, Jumat (29/3/2024).
Oleh sebab itu, UAS berpendapat sebaiknya zakat fitrah disalurkan melalui amil di masjid agar prinsip keadilan terwujud. Nanti panitialah yang akan membagikan kembali zakat fitrah tersebut kepada orang yang berhak menerimanya.
