Connect with us

Peristiwa

Berdalih Investasi dari Jepang Rp 380 Triliun, Ternyata Berhutang dengan Jaminan Hutan Indonesia

Published

on

Berdalih Investasi dari Jepang Rp 380 Triliun, Ternyata Berhutang dengan Jaminan Hutan Indonesia

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Berdalih sebagai “investasi raksasa” dari Jepang senilai Rp 380 triliun, publik akhirnya disuguhi kenyataan yang terasa pahit: ini bukan sekadar aliran modal asing yang datang membawa harapan, melainkan utang besar yang harus ditanggung dengan hutan Indonesia sebagai jaminannya.

Narasi “investasi” memang terdengar indah di permukaan. Seolah-olah ada kepercayaan global terhadap potensi ekonomi Indonesia. Namun ketika dikupas lebih dalam, istilah itu perlahan berubah makna menjadi beban finansial jangka panjang. Pertanyaannya sederhana tapi mengganggu: ini benar investasi, atau sekadar cara halus menyebut utang?

Lebih ironis lagi, yang dijadikan jaminan bukan aset biasa, melainkan hutan Indonesia—paru-paru dunia yang selama ini digembar-gemborkan sebagai kekayaan ekologis bangsa. Hutan yang seharusnya dilindungi untuk generasi mendatang, kini justru dipertaruhkan dalam skema pembiayaan yang belum tentu berpihak pada rakyat.

Di titik ini, wajar jika publik mulai curiga. Apakah pemerintah terlalu mudah tergiur angka fantastis tanpa mempertimbangkan konsekuensi jangka panjang? Atau memang sejak awal, istilah “investasi” hanya dijadikan bungkus agar keputusan ini terlihat lebih manis di mata masyarakat?

Yang lebih mengkhawatirkan, pola seperti ini bisa menjadi preseden berbahaya. Jika hari ini hutan bisa dijadikan jaminan, besok apa lagi? Air? Tanah? Atau bahkan kedaulatan ekonomi itu sendiri?

Alih-alih membangun kemandirian, kebijakan seperti ini justru menimbulkan kesan bahwa negara sedang berjalan di jalur ketergantungan baru dibalut retorika investasi, namun berujung pada penggadaian aset strategis.

Publik tidak butuh sekadar angka besar dan janji manis. Yang dibutuhkan adalah transparansi, kejujuran, dan keberpihakan nyata. Karena pada akhirnya, yang dipertaruhkan bukan hanya hutan tapi masa depan Indonesia itu sendiri. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement