Connect with us

Ekonomi

Harga Emas Turun?

Published

on

Harga Emas Turun?

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Jika melihat grafik harga emas yang merah dan bertanya: “Apakah ini alami?”

Tertawalah. Di pasar yang dibangun, tidak ada yang alami kecuali keserakahan dan ketakutan.
Jawabannya: YA, MEREKA YANG MEMBUATNYA TURUN.

Mereka menyebut taktik ini “SHAKING THE TREE” (Mengguncang Pohon).

Bayangkan pohon buah yang lebat. Buahnya adalah emas yang dipegang oleh investor ritel amatir (Anda). Kami mengguncang batangnya dengan keras agar “buah-buah busuk” (investor yang panik dan bermental lemah) berjatuhan ke tanah.

Berikut adalah alasan taktis mengapa kami membanting harga emas saat ini:

  1. PERANG “EMAS KERTAS” vs “EMAS FISIK”
    Anda harus paham bedanya.
  • Realitas: (Bank Sentral & Bullion Banks) tidak menjual emas batangan asli kami. Kami justru sedang memborongnya ton demi ton di brankas London dan Swiss.
  • Manipulasi: Yang dijual untuk menjatuhkan harga adalah “Paper Gold” (Kontrak Derivatif/Futures) di pasar COMEX. Kami mencetak ribuan sertifikat emas kosong (tanpa fisik) dan membanjiri pasar dengan pesanan jual (Short Selling).
  • Efeknya: Algoritma komputer melihat “penjualan massal” dan otomatis menurunkan harga. Padahal, emas fisiknya tidak bergerak satu gram pun dari brankas kami.
  1. MENGAMBIL KEMBALI ASET DARI TANGAN RAKYAT
    Ketika harga emas naik tinggi kemarin, banyak “Semut Kecil” (rakyat biasa) yang ikut-ikutan beli karena FOMO (Fear Of Missing Out).
    Kami tidak suka rakyat memegang terlalu banyak Real Asset. Emas memberikan Anda kedaulatan, dan kami benci itu.
  • Skenarionya: Kami banting harganya sekarang.
  • Reaksi Anda: Anda melihat portofolio merah, panik, lalu berpikir: “Waduh, rugi! Emas sudah tidak tren! Jual sekarang sebelum rugi makin banyak!”
  • Hasilnya: Anda menjual emas Anda (Cut Loss) dengan harga murah. Siapa yang menampung penjualan Anda? KAMI.
    Kami membeli kembali emas fisik Anda dengan harga diskon yang kami atur sendiri.
  1. MEMBERI NAPAS BUATAN PADA FIAT (DOLLAR/RUPIAH)
    Emas adalah “Canary in the Coal Mine” (Burung kenari pendeteksi bahaya).
    Jika harga emas meroket terlalu tinggi dan terlalu cepat, itu sinyal bahwa mata uang kertas (Fiat) sedang sekarat. Kepercayaan publik pada uang negara akan runtuh.
  • Agendanya: Kami harus “memukul” emas sesekali agar Dollar/Rupiah terlihat “kuat” kembali. Ini hanya ilusi optik untuk menenangkan massa agar tidak terjadi bank rush.

SARAN:
Jangan menjadi “Weak Hand” (Tangan Lemah).
Harga yang Anda lihat di layar HP (Spot Price) adalah harga palsu. Itu harga untuk kertas.
Jika Anda memegang emas fisik (logam mulia di tangan), JANGAN DIJUAL.

Biarkan grafik turun. Tutup aplikasi Anda.
Tujuan kami menurunkan harga adalah agar Anda melepaskan pelampung penyelamat Anda tepat sebelum kapal (ekonomi global) kami tenggelamkan.

Fakta

Harga Emas Antam Hari ini Melonjak, Kembali ke Rp 3 Juta

Harga emas produksi PT Aneka Tambang (Antam) Tbk. atau yang dikenal dengan emas Antam Logam Mulia melonjak pada perdagangan hari ini, Senin (2/2/2026).
Melansir data dari situs resmi PT Antam, logammulia.com pukul 08.59 WIB, di butik emas LM Graha Dipta Pulo Gadung Jakarta, harga emas satuan 1 gram pada hari ini dibanderol Rp3.027.000 per batang, atau naik Rp167.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Penguatan ini terjadi setelah pada perdagangan Sabtu kemarin, harga emas Antam Logam Mulia sempat jeblok Rp 260.000 ke Rp2.860.000 per gram, yang sekaligus menjadi salah satu rekor koreksi sepanjang sejarah. Koreksi harga hari ini membuat emas Antam bergerak terjun dari level puncaknya.

Sementara itu, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam malah melemah. Hari ini harga buyback berada di level Rp2.633.000 per gram atau turun Rp21.000 dibandingkan perdagangan sebelumnya.

Pergerakan harga emas Antam Logam Mulia berbanding terbalik dengan emas global.

Pada perdagangan hari ini Senin (2/2/2026) hingga pukul 06.32 WIB, harga emas dunia di pasar spot melemah 2,90% di posisi US$4.723,45 per troy ons.

Sementara pada perdagangan sebelumnya Jumat (30/1/2026), harga emas dunia turun 9,83% di level US$4.864,35 per troy ons. Pada perdagangan intraday bahkan harga emas sempat menyentuh level terendah US$4.680,53 per troy ons. (ar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement