Connect with us

Megapolitan

RRT Tak Main-Main! Deretan Profesor Begawan Turun Gunung, Siap Bongkar Kebenaran Perihal Ijazah Palsu Jokowi

Published

on

RRT Tak Main-Main! Deretan Profesor Begawan Turun Gunung, Siap Bongkar Kebenaran Perihal Ijazah Palsu Jokowi

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, RRT (Roy Suryo, Rismon Sianipar dan dr.Tifa) memperkuat barisan perjuangan dengan menghadirkan pakar-pakar kelas nasional hingga internasional untuk mendukung riset dan metodologi yang digunakan dr. Tifa.

Beberapa nama besar yang disebut ikut memberi dukungan keilmuan antara lain:
-Prof. Henry Subiakto (Unair), begawan komunikasi & ITE
-Prof. Dr. dr. Zaenal Muttaqien, PhD (Undip), pakar bedah saraf & neuroscience yang menguatkan expertise dr. Tifa di bidang neuroscience behavior
-Prof. Tono Saksono (UGM/USA/UK), menjelaskan metode neuropolitika berbasis data digital dengan pendekatan Assessment at Distance
-Rocky Gerung, menegaskan riset dr. Tifa sudah memenuhi kaidah metodologi akademik sehingga tidak bisa dipidanakan

– Dr. Eng. Ridho Rahmadi, M.Sc, pakar AI & clinical data lulusan Belanda Ceko Austria, siap memaparkan data science, digital imaging, forensic, hingga data klinis neuropsikologis.

Narasi ini menegaskan bahwa RRT ingin membangun pembuktian lewat sains, data, dan prosedur akademik, bukan sekadar debat politik. Seruan pun muncul agar makin banyak ilmuwan berani speak up demi kebenaran.

Berbeda yang Dilakukan Jokowi Saat ini

Disisi lain, Jokowi tidak mau dan tidak pernah hadir di sidang pengadilan untuk membuktikan Ijazahnya, tapi di lain tempat berusaha Mati-matian untuk hadir di setiap pelosok daerah untuk kepentingan partai yang dibuat bersama anak-anaknya. seharusnya ia lakukan untuk kepentingan bangsa, tapi justru sebaliknya hanya untuk kepentingan kelompok dan keluarganya.

Dan yang terlihat justru perjuangan tanpa malu
demi melanggengkan kekuasaan keluarga.
Ini bukan pengabdian, ini ambisi yang disamarkan. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement