Connect with us

Teknologi

Begini Cara Pilih Power Bank Terbaik Anti Zonk, Sudah Tahu?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Powerbank memang jadi salah satu item penting yang wajib Anda bawa selama perjalanan. Dengan ponsel yang selalu terisi daya kapanpun dan dimanapun dapat membantu Anda terkoneksi dengan keluarga di rumah. Sayangnya, tidak semua orang tahu bagaimana trik membeli power bank yang bagus dan tidak mengecewakan.

Seringkali konsumen terjebak pada powerbank hp berkapasitas bodong yang tidak sesuai dengan klaim pada packagingnya. Nah, biar Anda memperoleh produk yang tepat, berikut ini adalah beberapa tips memilihnya yang bisa Anda contek.

Tips Pilih Powerbank Sebelum Membeli

  1. Pilih yang Desainnya Minimalis

Ada banyak bentuk Powerbank dilihat dari ukurannya. Mulai dari yang tebal hingga tipis, semuanya pun tersedia di pasaran saat ini. Meskipun fungsi sebenarnya sama, tetapi sebaiknya Anda memilih powerbank yang memakai desain minimalis.

Tentunya semakin ramping nan tipis suatu powerbank akan memudahkan Anda membawanya di kantong baju maupun tas. Lagi pula, jika Anda memilih powerbank berukuran bongsor maka akan sulit bagi Anda membawanya kemanapun.

  1. Utamakan Powerbank dengan Kabel Built-In

Powerbank dengan kabel yang sudah terpasang alias tanam dapat membantu Anda mengurangi resiko kabel tidak terbawa. Bagi Anda yang suka lupa akan sesuatu, tentunya hal ini amat sangat membantu.

Powerbank dengan kabel pisah seringkali membuat pemiliknya lupa membawanya, berakhir tidak dapat menggunakan powerbank selama di perjalanan.

  1. Pilih Powerbank Kapasitas Besar

Sebaiknya perhatikan pula kapasitas powerbank yang ingin Anda beli. Biasanya, powerbank yang ideal untuk menemani perjalanan ada di rentang 6000 hingga 10.000 mAh.

Hindari memilih powerbank dengan kapasitas di bawah 5000. Di zaman sekarang, kapasitas 5000 ke bawah tidak cukup menambahkan daya untuk ponsel masa kini yang berbaterai jumbo.

  1. Cek Jumlah Port yang Tersedia

Salah satu hal yang tidak kalah penting dalam memilih powerbank adalah dengan melihat

berapa jumlah port yang tersedia. Utamakan memilih powerbank yang port kabelnya lebih dari satu.

Port kabel yang banyak dapat membantu Anda mengisi daya lebih dari satu gadget. Dengan begitu, Anda bisa semakin cepat menggunakan ponsel Anda kembali.

  1. Jangan Terkecoh Harga

Jangan sekali-kali membeli powerbank karena tergiur harganya yang murah. Biasanya, powerbank dengan harga yang terlalu murah belum tentu memiliki kualitas yang bagus. Sebaliknya, powerbank yang dijual mahal belum tentu canggih.

Jika Anda ingin membeli produk elektronik seperti powerbank, utamakan memilih dari segi kualitas. Lantas, bagaimana bila ingin mendapatkan produk yang oke tapi kantong lagi menipis?

Anda bisa memanfaatkan momentum promo di tanggal kembar seperti misalkan saat momen 7.7 Blibli nanti.

  1. Cek Review di Toko Online

Jika Anda membeli powerbank di toko online, sebaiknya cek reviewnya terlebih dahulu. Anda bisa melihat apakah suatu merek tersebut mendapatkan apresiasi atau komentar buruk dari pembeli sebelumnya.

Misalkan saja, dengan mengeceknya di aplikasi Blibli. Cari dulu produk powerbank yang kamu incar, kemudian lihat bagaimana komentar pembeli terdahulu akan produk tersebut.

Rekomendasi Powerbank Terbaik Harga Murah

  1. Jete A1 10.000 mAh

Powerbank JUPITER atau Jete ini mampu memberikan performa pengisian cepat berkat fitur SMART IQ. Selain itu, fitur ini juga dapat membantu menyesuaikan Ampere yang dibutuhkan suatu hp.

Hadirnya dual USB Port total 2.4A yang dikombinasikan dapat membantu mengisi daya dengan sangat cepat. Kapasitasnya yang kuat dan besar membuatnya ringan dan nyaman saat digenggam. Produk ini juga dilengkapi input ganda yaitu tipe C dan mikro yang dapat disesuaikan.

  1. Storm Stal Durable Powerbank 10.000 mAh

Powerbank dengan bentuk slim ini merupakan salah satu produk yang bisa mengisi daya dengan cepat dan aman digunakan di dalam pesawat. Kapasitasnya yang sebesar 10 ribu

mAh dapat membantu Anda mengakomodir kebutuhan daya selama perjalanan. Bahkan, klaimnya bisa mencapai 53 jam tambahan performa baterai untuk ponsel Anda.

Produk ini menggunakan display indikator digital yang sangat cocok untuk tablet dan smartphone. Tersedia pula output USB A yang dapat digunakan untuk beragam keperluan.

  1. Power Bank LCD Qi Wireless Charging

Powerbank asal China, QI Wireless 10.000 mAh ini sudah dilengkapi dengan teknologi fast charging. Produk dengan output port type-c dan USB sv2A ini cocok untuk semua jenis ponsel, baik android maupun iOS.

Sesuai namanya, powerbank ini bisa dicharge tanpa menggunakan kabel. Cukup tempelkan smartphone ke charger wireless untuk mengisi daya, maka baterai pun bisa terisi dengan cepat.

Dalam satu paket pembelian produk ini terdapat wireless charging powerbank dan USB Cable. Harganya pun tergolong murah, sekitar Rp 171 ribu saja.

Cara memilih powerbank terbaik ini dapat Anda praktekkan agar mendapatkan produk terbaik anti tipu-tipu. Ketelitian dalam membeli perlu Anda utamakan biar tidak terjebak dengan produk dan merek abal-abal.

Jika Anda sudah mantap dengan suatu produk powerbank dan ingin membelinya, silahkan tengok Blibli yang sedang menyediakan promo 7.7. Tersedia berbagai produk pilihan dengan harga terjangkau, baik elektronik dan non elektronik. (ut)

Teknologi

Apa yang Dilakukan Telkom setelah Starlink Resmi Masuk Indonesia?

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Banyak yang bertanya-tanya bagaimana Telkom menyingkapi masuknya Starlink ke Indonesia.

Ini mengingat Starlink sendiri sudah mengantongi dua perizinan sebagai penyelenggara layanan Very Small Aperture Terminal (VSAT) dan Internet Service Provider (ISP). Arinya, dengan dua izin tadi, Starlink bisa menyediakan internet ke konsumen dalam skema Business-to-Consumer (B2C) di Tanah Air, alias langsung ke pengguna rumahan di Indonesia.

Ternyata, Telkom lewat anak perusahaan Telkomsat sudah melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) dengan Starlink untuk layanan segmen enterprise berbagai wilayah di Indonesia sejak 15 Mei 2024 kemarin.

Penandatanganan tersebut dilakukan oleh Direktur Utama Telkomsat, Lukman Hakim Abd. Rauf dengan VP Starlink Commercial Sales beberapa waktu lalu.

“Kerja sama ini mengukuhkan posisi Telkomsat sebagai mitra strategis pertama dan utama Starlink di Indonesia,” kata Lukman Hakim dalam keterangan resmi, Sabtu, (18/5/2024).

Maka, kerja sama ini memungkinkan Telkomsat untuk menggelar layanan bisnis (business services) berbasis Starlink yang kompetitif dan setara dengan penawaran paket bisnis yang ditawarkan melalui website Starlink. Sebelumnya, Telkomsat sendiri sudah menjalin kerja sama dengan Starlink sejak 2021.

Bahkan, mereka sudah menggelar layanan backhaul Starlink di 2022 dengan memanfaatkan hak labuh yang telah diberikan pemerintah.

Lukman menyebut, infrastruktur backhaul yang digelar oleh Telkomsat ini mampu memberikan layanan konektivitas satelit yang berkualitas dengan tetap menjamin kedaulatan dan keamanan data nasional. Sementara itu, SVP Corporate dan Communication Telkom, Ahmad Reza justru menyambut baik kehadiran Starlink ke Indonesia.

Ia melihat kerja sama TelkomGroup dalam hal ini Telkomsat bersama Starlink, menunjukkan komitmen perusahaan pelat merah itu untuk berupaya mendukung program pemerintah untuk percepatan pemerataan konektivitas di seluruh wilayah Indonesia. “Khususnya untuk wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar),” bebernya.

Telkomsat sendiri baru saja mengoperasikan Satelit Merah Putih 2 pada awal 2024.

Adapun menurut laman resmi Starlink, paket enteprise terbagi menjadi tiga paket yaitu Lokasi Tetap, Mobilitas Darat, dan Maritim. Paket internet tersebut dimulai dari Rp1,1 juta untuk prioritas-40 GB hingga Rp12,3 juta untukprioritas-6TB. (tw)

Continue Reading

Teknologi

UU Penyiaran Wajibkan YouTuber dan Tiktoker Verifikasi Konten ke KPI

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Rencana revisi Undang-Undang (UU) Penyiaran menimbulkan perdebatan di tengah masyarakat. Alasannya, beberapa aspek yang diatur dalam draf revisi ini dianggap melampaui kewenangan yang telah diatur dalam peraturan perundang-undangan lainnya.

Salah satu poin yang menarik perhatian adalah tentang regulasi platform digital penyiaran. Dalam konteks ini, para pembuat konten yang aktif di platform media sosial seperti Youtube atau yang sering disebut sebagai Youtuber, serta pengguna TikTok yang dikenal sebagai Tiktoker, juga akan terpengaruh oleh UU Penyiaran yang direvisi ini.

Wahyudi Djafar, Direktur Eksekutif Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (ELSAM), mengamati bahwa menurut rumusan draf yang sedang disusun oleh Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), revisi UU Penyiaran akan mencakup regulasi terhadap platform digital.

Ini termasuk juga konten yang dibuat dan disebarkan melalui platform berbasis user generated content (UGC).

Menurut Wahyudi pada Rabu (15/4/2024), “Platform seperti Youtube, TikTok, dan sejenisnya” akan terpengaruh oleh regulasi ini.

Regulasi ini dianggap tumpang tindih dengan peraturan dalam undang-undang lain. Saat ini, regulasi terhadap platform berbasis UGC seperti Youtube, TikTok, dan lainnya diatur oleh Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Bahkan, aturan-aturan terkait konten yang disebarluaskan melalui platform UGC telah diatur secara jelas dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik serta Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika (Permenkominfo) Nomor 5 Tahun 2020.

“Masalahnya timbul ketika konten yang disebarkan melalui platform UGC itu dianggap setara dengan konten siaran,” ujar Wahyudi.

Menurut Wahyudi, konten siaran biasanya dihasilkan oleh lembaga penyiaran seperti stasiun televisi, rumah produksi, dan sebagainya. Sementara konten yang dibuat dan disebarkan melalui platform UGC adalah hasil karya individu atau content creator yang kemudian diunggah melalui platform UGC.

Sebagaimana tertera dalam pasal 34F ayat (2), disebutkan bahwa:

“Penyelenggara platform digital penyiaran dan/atau platform teknologi penyiaran lainnya wajib melakukan verifikasi konten siaran ke Komisi Penyiaran Indonesia (KPI).”

Ini sesuai dengan Pedoman Perilaku Penyiaran (PPP) dan Standar Isi Siaran (SIS).

Dengan polemik yang muncul terkait draft revisi UU Penyiaran ini, perlu adanya diskusi mendalam yang melibatkan semua pihak terkait, termasuk regulator, akademisi, serta para praktisi industri penyiaran dan konten digital.

Hal ini penting agar regulasi yang dihasilkan mampu mengakomodasi perkembangan media digital tanpa mengorbankan kebebasan berekspresi dan inovasi kreatif. (tri)

Continue Reading

Teknologi

Peluncuran Platform MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Acara Dies Natalis ke-40

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sekolah Tinggi Manajemen Asuransi (STMA) Trisakti dengan bangga mengumumkan peluncuran platform pembelajaran digital terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA, dalam acara soft launch yang diadakan bersamaan dengan peringatan Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti. Platform ini merupakan inisiatif inovatif dari Lembaga Pendidikan Manajemen Asuransi (LPMA) yang dirancang untuk memperluas akses dan meningkatkan kualitas pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko.

Penjelasan Mengenai MY EDI-E-Learning LPMA

MY EDI-E-Learning LPMA adalah sebuah platform e-learning yang dirancang untuk menyediakan pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko. Platform ini menawarkan berbagai kursus dan modul yang dapat diakses secara online, memungkinkan pengguna untuk belajar kapan saja dan di mana saja. Dengan teknologi terbaru, MY EDI-E-Learning LPMA menyajikan pengalaman belajar yang interaktif dan user-friendly.

Dilakukan juga penanda-tanganan perjanjian kerja-sama atau Memorandum of Understanding (MoU) antara STMA Trisakti yang di wakili oleh Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE dengan pihak Dewan Asuransi Indonesia (DAI) yang diwakili oleh Yulius Bhayangakara saat peluncuran Soft Launching MY EDI-E-Learning LPMA STMA Trisakti di Jakarta.

Turut hadir juga Bayu Widdhisiadji SE, M.M, AAAIK, AJIS, QRGP, QCRO, CCOP, ANZIIF selaku Ketua LPMA-STMA Trisakti, serta Ketua Pelaksana Dies Natalis ke-40 STMA Trisakti, Robidi, S.H., M.H, QCRO selaku Sekretaris LPMA-STMA Trisakti.

Tujuan utama dari peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA adalah untuk:

1. Meningkatkan aksesibilitas pendidikan berkualitas tinggi di bidang asuransi dan manajemen risiko.

2. Memfasilitasi pembelajaran yang fleksibel dan dapat disesuaikan dengan kebutuhan individual pengguna.

3. Mendukung pengembangan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia di industri asuransi.

Platform MY EDI-E-Learning LPMA menawarkan sejumlah manfaat yang signifikan, antara lain:

1. Akses Fleksibel: Pengguna dapat mengakses modul pembelajaran kapan saja dan di mana saja, memungkinkan pembelajaran yang lebih fleksibel.

2. Materi Berkualitas: Konten yang disusun oleh para ahli di bidang asuransi dan manajemen risiko, memastikan materi yang relevan dan terkini.

3. Pengalaman Interaktif: Fitur-fitur interaktif seperti video, kuis, dan forum diskusi untuk meningkatkan keterlibatan dan pemahaman pengguna.

4. Sertifikasi: Menyediakan sertifikasi bagi peserta yang menyelesaikan modul tertentu, menambah nilai profesional mereka di dunia kerja.

Ketua STMA Trisakti Ketua STMA Trisakti Dr. Antonius Anton Lie, SE, MM menyatakan, “Peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA merupakan langkah penting dalam upaya kami untuk memperkuat pendidikan di bidang asuransi dan manajemen risiko. Kami percaya bahwa platform ini akan memberikan dampak positif yang besar bagi peningkatan kompetensi dan profesionalisme di industri ini.”

“Kami berharap MY EDI-E-Learning LPMA dapat memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan kualitas pendidikan dan pengembangan kompetensi di bidang asuransi.”, ungkapnya di saat Soft launching MY EDI-E-Learning LPMA,STMA Trisakti di jakarta, (14/5/2024).

Dengan peluncuran MY EDI-E-Learning LPMA, STMA Trisakti berharap dapat memberikan kontribusi nyata dalam pengembangan sumber daya manusia yang kompeten dan profesional di industri asuransi Indonesia. Platform ini diharapkan dapat menjadi salah satu solusi utama dalam menjawab tantangan pendidikan di era digital, serta menginspirasi institusi pendidikan lainnya untuk mengadopsi teknologi serupa.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai MY EDI-E-Learning LPMA, silakan kunjungi website STMA Trisakti atau hubungi humas STMA Trisakti di nomor (021) 12345678. (ut)

Continue Reading
Advertisement

Trending