Connect with us

Olahraga

Fitur Canggih dan Mewah Stadion JIS yang Bikin FIFA Pilih Stadion Itu Jadi ‘Venue’ Utama Piala Dunia U-17

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Masyarakat Indonesia patut berbangga karena beberapa waktu lagi Indonesia akan menggelar ajang bergengsi Piala Dunia U-17 pada November.

Jakarta International Stadium (JIS) akhirnya dipilih FIFA menjadi salah satu venue atau arena utama.  JIS bahkan dikabarkan akan didaulat menjadi stadion opening ceremony dan tempat yang mempertandingkan laga Timnas Indonesia selama fase grup.

Stadion terbesar di Indonesia ini sebelumnya sempat menjadi isu nasional karena dinilai masih memiliki sejumlah kekurangan.

Namun FIFA menyadari bahwa kekurangan JIS bisa diperbaiki dan Indonesia memiliki cukup waktu untuk memperbaikinya.

Penggunaan JIS sebagai venue Piala Dunia U-17 tentunya akan membuka mata dunia bahwa Indonesia memiliki stadion semegah Jakarta International Stadium yang merupakan buatan anak bangsa sendiri.

Pertama, sistem atap buka tutup. Piala Dunia U-17 di Indonesia akan digelar pada akhir tahun yang biasanya di wilayah Indonesia akan memasuki fase musim penghujan.

Sementara hujan dapat mengganggu berjalannya pertandingan sepak bola. Namun apabila upacara pembukaan digelar di JIS maka para pemain dan penonton tidak perlu khawatir terkena hujan. Pasalnya JIS memiliki sistem teknologi atap buka tutup yang dapat menyesuaikan kondisi cuaca.

Teknologi atap ini adalah satu-satunya di Indonesia. Rangka atap JIS pun memiliki berat 3900 ton dengan panjang 270 meter dan berada di ketinggian 70 meter. Hanya membutuhkan waktu kurang lebih 30 menit untuk membuka dan menutup atap JIS.

Dengan teknologi atap ini maka para pemain dan pengunjung dapat dengan nyaman menikmati pertandingan walaupun dalam kondisi cuaca buruk.

Sedangkan Stadion JIS memiliki kapasitas total 82.000 penonton. Kursi-kursinya membentang dalam tiga tingkat tribun, mulai dari tier satu hingga tier tiga dengan rincian tribun bawah 22.000 kursi, tribun tengah 20.000 kursi, dan atas 40.000 kursi.  Dengan kapasitas super besar ini Tentunya menjadi kesempatan emas untuk mendatangkan penonton dalam jumlah besar. Terlebih lagi jika akan menggelar laga pembuka dan semua Timnas Indonesia di babak fase grup. 

Ketiga, berlokasi di ibukota negara. Lokasi adalah sesuatu yang penting bagi sebuah perhelatan sepak bola. Stadion bisa menjadi sepi atau ramai tergantung pada lokasinya. JIS dibangun di wilayah ibukota negara dengan penduduk mencapai 10 juta orang.  Dengan penduduk sebesar itu dan aksesnya transportasi publik yang mumpuni dapat diprediksi pengunjung yang hadir di Piala Dunia U-17 di Jakarta akan membludak.

Keempat, JIS dilengkapi dengan corporate box mewah yang tidak dapat ditemukan di stadion Indonesia lainnya. Tak tanggung-tanggung JIS memiliki 52 corporate box yang berada di lantai 5 dan 6 tribun barat dan timur.

Corporate box ini menawarkan view terbaik ke lapangan dilengkapi dengan televisi hingga pendingin ruangan. Fasilitas yang nyaman ini juga bisa digunakan sebagai tempat rapat.

Kelima, layar lebar super besar untuk VAR. Stadion JIS dilengkapi dengan dua layar besar yang berada di dua sudut stadion. Ini ini adalah layar lebar dalam stadion terbesar yang ada di Indonesia dengan ukuran mencapai 30×15 meter atau seukuran lapangan basket.

Layar lebar ini pun memiliki berbagai fungsi seperti menampilkan skor, reply pertandingan, bahkan hasil VAR. Sehingga pertandingan gelaran Piala Dunia U-17 nanti bisa dinikmati dengan penuh kenyamanan layaknya piala dunia utama di Qatar 2022 lalu.

Keenam, sistem konservasi air canggih. Salah satu kecanggihan stadion JIS adalah kemampuannya menangkap air hujan untuk digunakan sebagai air bersih.

JIS dilengkapi dengan ground water tank atau penyimpanan air bawah tanah. Jadi air hujan yang turun dari atap JIK akan disimpan di bawah tanah kemudian disaring menjadi air bersih untuk kebutuhan stadion.

Ketujuh, JIS siap dipasang spidercam seperti Piala Dunia utama. Sebagaimana diketahui ajang Piala Dunia amat menekankan siaran berkualitas tinggi. Salah satu hal yang membuat siaran Piala Dunia istimewa adalah keberadaan spidercam yang terpasang di bawah atap stadion.  Spidercam dapat merekam pertandingan dari atas lapangan sehingga membuat siaran pertandingan menjadi lebih menarik. Spidercam telah lazim digunakan di Piala Dunia senior sejak tahun 2018.

Spidercam dapat bergerak secara leluasa dengan bantuan kabel yang melintang di atas stadion. Dengan bentuk atap stadion JIS yang melingkar membuat stadion ini sangat cocok untuk diaplikasikan spidercam sebagaimana opening ceremony Asian Games 2018 di GBK.

Nah itulah beberapa fitur canggih dan keunggulan-keunggulan yang dimiliki Jakarta International Stadium (JIS). Dipilihnya JIS sebagai venue Piala Dunia U-17 diprediksi akan menarik semakin banyak event kelas dunia untuk diadakan di sana. (utw)

Olahraga

Coach Shin Tae-Yong Minta Timnas Pede Hadapi Tim kuat di Grup A

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Qatar, Shin Tae-yong bakal hadapi misi berat di Piala Asia U-23 2024 bersama Timnas U-23 Indonesia.

Piala Asia U-23 2024 bakal bergulir pada 15 April-3 Mei 2024.

Timnas U-23 Indonesia tergabung dalam Grup A, tim asuhan Shin Tae-yong harus bersaing dengan Qatar, Australia, dan Yordania.

Tiga lawan Timnas U-23 Indonesia tersebut merupakan tim-tim raksasa Asia.

Shin Tae-yong sendiri menyebut bahwa Timnas U-23 Indonesia tergabung dalam “grup neraka”.

“Setelah pembentukan grup, saya pikir itu adalah grup maut,” ujar Shin Tae-yong dikutip dari Chosun.

“Ada tim tuan rumah, negara tuan rumah Qatar.”

“Australia dalam kondisi fisik yang baik.”

“Yordania adalah tim tangguh di Timur Tengah,” lanjutnya.

Di level senior, Qatar dan Yordania merupakan dua tim finalis Piala Asia 2023.

Di level U-23, Qatar pernah finis sebagai peringkat ketiga pada edisi 2018.

Sementara Yordania mencatatkan prestasi serupa pada Piala Asia U-23 2013.

Timnas U-23 Indonesia akan mengawali perjalanan di turnamen saat berjumpa tim tuan rumah Qatar.

Shin Tae-yong mengaku tak gentar dengan nama besar calon lawan.

Pelatih asal Korea Selatan itu akan mencoba pendekatan agar para pemain tetap percaya diri menghadapi tim-tim kuat.

Shin Tae-yong mengaku tak gentar dengan nama besar calon lawan.

Pelatih asal Korea Selatan itu akan mencoba pendekatan agar para pemain tetap percaya diri menghadapi tim-tim kuat.

Rizky Ridho Sorotan FIFA di Piala Asia U-23 2024. Hal itu tak luput dari pengalaman Rizky Ridho bersama Skuad Garuda.

Nama Rizky Ridho masuk dalam ulasan FIFA terkait lima pemain yang patut disorot pada Piala Asia U-23 2024. Adapun empat pemain lainnya yaitu Kuryu Matsuki (Jepang), Bae Junho (Korea Selatan), Abdullah Radif (Arab Saudi), dan Harib Abdalla (Uni Emirat Arab).

Rizky Ridho dianggap menjadi pemain yang paling berpengalaman dalam skuad Timnas Indonesia U-23. Pemain Persija Jakarta itu juga berperan penting dalam membawa Timnas Indonesia kelompok senior dalam Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia.

“Terlahir sebagai pemimpin, Ridho yang berusia 22 tahun menjadi kapten tim selama kualifikasi Piala Dunia AFC pada bulan Maret dan memainkan peran penting dalam kemenangan berturut-turut mereka melawan Vietnam. Baik di dalam maupun di luar lapangan, ia tetap menjadi sosok inspiratif bagi tim,” tulis FIFA dalam artikelnya, Sabtu (13/4/2024). (utw)

Continue Reading

Olahraga

Timnas Indonesia ada di Ranking 107 Perihal Harga Pasaran Tertinggi Pemainnya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, TIM Nasional Indonesia berada di ranking 107 dunia soal harga pasaran tertinggi. Itu secara ranking dunia, tapi di level Asia Tenggara maka skuad Garuda asuhan Shin Tae-yong tersebut kini bisa dikatakan menjadi tim dengan nilai pasaran tertinggi!

Menurut data yang ada di Transfermarkt, Timnas Indonesia menghuni peringkat 107 dunia dengan total nilai pasar mencapai 10,80 juta euro atau sekira Rp186 miliar. Jumlah tersebut memang terbilang luar biasa.

Sebab jumlah tersebut menjadikan Timnas Indonesia sebagai tim dengan harga pasaran tertinggi di Asia Tenggara. Timnas Indonesia unggul dari Thailand (Rp167 miliar) yang menempati posisi 112.

Lalu Malaysia (Rp108 miliar) pada posisi 128 dan Vietnam (Rp99 miliar) menguasai peringkat 130 dunia. Secara level tim, Timnas Indonesia saat ini jauh lebih baik dari rival-rival mereka di kawasan Asia Tenggara.

Tentunya hal itu tak lepas dari program naturalisasi PSSI. Beberapa pemain top berhasil dinaturalisasi oleh PSSI untuk menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Sebut saja seperti Ragnar Oratmangoen, Nathan Tjoe-A-On, dan Ivar Jenner yang bernilai di atas Rp5 miliar. Namun, sejatinya dua nama, yakni Thom Haye dan Jay Idzes yang menjadi penyebab harga pasaran Timnas Indonesia melambung tinggi.

Bagaimana tidak, Haye yang saat ini bermain di Liga Belanda bersama SC Heerenveen dinilai mencapai Rp52 miliar. Sementara Jay Idzes yang tengah bermain di Serie B bersama Venezia ditaksir mencapai Rp24 miliar.

Selain faktor para pemain naturalisasi, ada juga empat pemain lokal yang dinilai di atas Rp5 miliar. Keempat pemain itu adalah Rizky Ridho, Asnawi Mangkualam, Rachmat Irianto, dan Marselino Ferdinan.

Diprediksi nilai pasaran Timnas Indonesia bisa terus bertambah mengingat PSSI masih gencar melakukan naturalisasi pemain keturunan. Shin Tae-yong pun tak sembarangan mengincar pemain, sehingga ada potensi pemain Grade A yang akan dinaturalisasi oleh PSSI. (tri)

Continue Reading

Olahraga

Coach Justin: Timnas Indonesia Tak Bakal Lolos Piala dunia 2026, Belum Waktunya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Menurut Coach Justin, biasanya hanya tim di tier 1 dan 2 ranking FIFA yang bisa tanding di Piala Dunia.

Tier 1 yang dimaksud Coach Justin memiliki ranking 1 hingga 50, sementara tier 2 berada di ranking 51 hingga 100.

Sementara untuk saat ini Timnas Indonesia masih jauh dari ranking 100 besar FIFA.

“Yang lu inginkan itu berdasarkan emosi, bukan berdasarkan realita yang ada di lapangan,” ungkapnya saat ditanya kans Indonesia maduk piala dunia di jakarta, (1/4/2024).

Meski begitu, Coach Justin tetap yakin Timnas Indonesia bisa menang lawan Irak dan dari kemenangan ini akan memberikan pengaruh besar ke depannya.

“Kita tunjukkan lawan Irak, kalau kita bisa menang lawan Irak, percaya diri sudah meningkat, ke depannya akan lebih gampang kalau konsisten,” ujar Coach Justin.

Namun untuk lolos ke Piala Dunia, peluangnya bagi Timnas Indonesia yang lebih realistis adalah di 2030 nanti.

“Jadi sekali lagi there is no reason sama sekali untuk kita (Timnas Indonesia) lolos ke Piala Dunia sekarang,” kata Coach Justin.

Itulah mengapa menurut Coach Justin tidak realistis bagi Timnas Indonesia untuk lolos ke Piala Dunia 2026.

“Enggak realistis kalau kita sekarang maksa masuk Piala Dunia 2026, but that’s Ok,” tegas Coach Justin.

Nitizen: Dengarkan senior pak ketum PSSI, jangan ambil jalan pintas dengan menghalalkan segala cara untuk kepentingan kelompok saja. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending