Internasional
Israel Bombardir Gaza Lagi, Tewaskan 31 Warga dan Anak-anak
REPORTASE INDONESIA – Gaza, Jalur Gaza kembali membara setelah serangan udara militer Israel menewaskan sedikitnya 31 warga Palestina, di mana setengah dari korban tewas tersebut merupakan anak-anak.
Eskalasi mematikan ini terjadi hanya sehari sebelum penyeberangan perbatasan Rafah dijadwalkan dibuka kembali sejak Mei 2024.
Laporan dari sumber medis menyebutkan bahwa serangan udara Isr*el pada hari Sabtu menyasar sebuah tenda pengungsian di wilayah Mawasi, sebelah barat laut Khan Younis. Serangan brvtal di zona yang sebelumnya dianggap aman tersebut merenggut nyawa tujuh warga Palestina, termasuk tiga anak-anak.
Jenazah para korban langsung dievakuasi ke Kompleks Medis Nasser di Khan Younis di tengah suasana duka yang mendalam.
Kekejaman tidak berhenti di situ, serangan juga menghantam wilayah utara.
Di Kota Gaza, layanan darurat melaporkan sedikitnya lima orang, termasuk seorang ibu dan anak-anaknya, tewas seketika saat rvdal Isrel menghantam sebuah gedung apartemen di lingkungan Remal.
Koresponden Al Jazeera, Hani Mahmoud, yang melaporkan langsung dari lokasi kejadian menggambarkan suasana mencekam saat ledakan terjadi.
Klaim berbeda datang dari otoritas militer Zionist Israel: mereka mengklaim Setidaknya 31 warga Palestina, termasuk wanita dan anak-anak, dilaporkan tewas dalam serangkaian serangan udara di Jalur Gaza
semalam hingga Sabtu pagi — salah satu jumlah korban tewas tertinggi sejak gencatan senjata bulan Oktober.
Militer Israel baru saja meluncurkan serangkaian serangan udara mematikan di Jalur Gaza pada Sabtu, 31 Januari 2026.
Korban Jiwa: Setidaknya 31 orang tewas, termasuk anak-anak dan wanita, menurut laporan badan pertahanan sipil Gaza.
IDF mengatakan serangannya menargetkan empat komandan di kelompok teror H*mas, serta depot senjata, lokasi pembuatan senjata, dan dua posisi peluncuran roket.
Badan pertahanan sipil H*mas mengatakan telah menemukan jenazah 31 orang yang tewas di tujuh lokasi berbeda sejak Sabtu pagi, menambahkan bahwa yang lain masih hilang di bawah reruntuhan.
Otomatis Indonesia yg didukung PBNU pun “Terlibat” dalam pengeboman tersebut krn Indonesia turut bergabung Board of Peace milik Trumph. (ut)
