Connect with us

Nasional

Kabar Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Dikabarkan Akan Diganti

Published

on

Kabar Reshuffle Kabinet: Menkomdigi Dikabarkan Akan Diganti

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Presiden Prabowo Subianto disebut bakal melakukan perombakan atau reshuffle kabinet, Rabu (28/1/2026). Salah satu rumor yang beredar adalah adanya pergantian di kursi Menteri Komunikasi dan Digital.

Meutya Hafid, yang saat ini menjabat sebagai Menteri Komdigi, dikabarkan masuk dalam daftar menteri yang akan diganti.

Isu yang berkembang menyebutkan bahwa posisi strategis yang mengurusi infrastruktur digital dan komunikasi negara ini akan diisi oleh Angga Raka Prabowo.

Angga Raka Prabowo saat ini menjabat sebagai Kepala Badan Komunikasi (Bakom).

Sosoknya dikenal sebagai loyalis yang memiliki rekam jejak kuat dalam mengelola narasi komunikasi politik.

Jika pergantian ini benar-benar terjadi, hal ini disinyalir sebagai upaya pemerintah untuk melakukan akselerasi dalam transformasi digital yang menjadi salah satu pilar utama visi Asta Cita pemerintahan Prabowo-Gibran.

Hingga saat ini, pihak Istana melalui Koordinator Staf Khusus Presiden maupun pihak Sekretariat Negara belum memberikan pernyataan resmi mengenai kapan reshuffle ini akan diumumkan ke publik.

Namun, tradisi politik di Indonesia sering kali menunjukkan bahwa jika rumor telah mencapai tingkat kepastian tertentu di lingkungan parlemen, maka pengumuman resmi biasanya hanya tinggal menunggu waktu.

Reposisi Menlu Sugiono

Selain Menkomdigi, salah satu isu lainnya yang beredar adalah rencana reposisi Menteri Luar Negeri, Sugiono.

Sosok yang dikenal sebagai loyalis Prabowo ini dikabarkan akan meninggalkan diplomasi luar negeri untuk menempati jabatan baru sebagai Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK).

Posisi Menko PMK saat ini masih dijabat oleh Pratikno. Jika skenario ini benar, Pratikno kabarnya tidak akan terdepak dari kabinet, melainkan dipindahkan untuk menempati salah satu jabatan strategis lainnya di lingkungan KMP yang hingga kini identitasnya masih dirahasiakan oleh pihak istana.

Kosongnya kursi Menteri Luar Negeri kabarnya akan diisi oleh wajah yang sudah tidak asing lagi di dunia hubungan internasional parlemen, yakni Budisatrio Djiwandono.

Saat ini, Budi menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI dan dianggap memiliki kompetensi serta kedekatan ideologis untuk mewakili kepentingan Indonesia di kancah global.

Klarifikasi Sugiono dan Respons Diplomatis Budisatrio

Di tengah riuhnya spekulasi tersebut, Sugiono justru memberikan pernyataan yang cukup mengejutkan.

Saat dicegat oleh awak media di Gedung DPR, ia mengaku belum mendapatkan instruksi langsung dari Presiden terkait rencana pergeseran posisi tersebut. Ia bahkan mengaku baru mendengar kabar itu saat dimintai konfirmasi oleh wartawan.

“Saya belum pernah dengar,” kata Sugiono kepada wartawan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Senada dengan Sugiono, Budi Djiwandono yang santer disebut akan naik menjadi orang nomor satu di Pejabat Banteng (Kemenlu) juga enggan berbicara banyak.

Budi memilih untuk tetap fokus pada tanggung jawabnya saat ini sebagai legislator dan tidak ingin mendahului pengumuman resmi dari Presiden Prabowo.

“Enggak tahu, tanyakan pada Pak Utut,” ujar Budisatrio.

Isu reshuffle kabinet Presiden Prabowo kembali muncul ke permukaan, setelah keponakannya yang sempat menjadi Wakil Menteri Keuangan, Thomas Djiwandono dilantik menjadi Deputi Gubernur Bank Indonesia. Kini ada satu posisi Wamenkeu yang kosong.

Siapakah yang akan mengisi posisi Wamenkeu?

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi menuturkan bahwa terdapat pertimbangan reshuffle seiring jabatan Wakil Menteri Keuangan yang ditinggalkan.  “Akan tetapi belum [belum dibahas], kan belum selesai proses menjadi deputi gubernur BI. Harus tunggu dulu,” ujar Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan pada Rabu (28/1/2026).

Setelah proses Thomas Djiwandono menjadi deputi gubernur BI selesai, Presiden kemudian akan melakukan kajian dan meminta pendapat serta pengisian kembali posisi Wakil Menteri Keuangan yang baru. Namun, dia pun menjelaskan belum tentu reshuffle kabinet terjadi pada posisi lain di Kabinet Presiden Prabowo.

Keponakan Presiden Ramaikan Bursa Menlu

Nama Wakil Ketua Komisi I DPR RI, Budisatrio Djiwandono, yang juga merupakan keponakan Presiden Prabowo Subianto, mulai mencuat dalam bursa calon Menteri Luar Negeri di tengah menguatnya isu perombakan kabinet (reshuffle).

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategis, Agung Baskoro, menilai peluang Budisatrio semakin besar karena rekam jejak politiknya dinilai cukup solid, baik di internal partai maupun di parlemen.

“Budi menguat karena selama ini di internal cukup baik sebagai ketua fraksi dan di eksternal sebagai wakil ketua Komisi I,” ujar Agung saat dimintai tanggapan, Selasa (27/1/2026).

Saat ini, Budisatrio Djiwandono menjabat sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI yang membidangi pertahanan, hubungan luar negeri, serta komunikasi dan informatika. Di internal partai, ia juga memegang posisi strategis sebagai Ketua Fraksi Partai Gerindra DPR RI, yang membuat pengaruh politiknya semakin signifikan.

Menurut Agung, dari sisi kekuatan politik, Budisatrio memiliki modal yang cukup kuat sebagai bagian dari lingkaran keluarga Presiden Prabowo Subianto. Namun demikian, ia menegaskan bahwa jabatan Menteri Luar Negeri memiliki standar khusus yang tidak hanya bertumpu pada faktor politik.

“Walaupun perlu diuji, karena selama ini kita mendapati figur-figur menlu yang luar biasa sejak era Ali Alatas hingga Ibu Retno,” tandasnya.

Pelantikan DEN yang seharusnya tidak perlu dilakukan oleh Prabowo. (utw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement