Connect with us

Megapolitan

Kesaksian Korban Dugaan Pelecehan Seks di Miss Universe Indonesia, Panitia Acara Dituduh ‘Membiarkan’

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Sejumlah peserta Miss Universe Indonesia mengaku “merasa direndahkan” dan “traumatis” setelah “dipaksa membuka baju” dalam acara kontes kecantikan itu. Pihak panitia dituduh “membiarkan kekerasan seksual” jika terbukti tidak melindungi peserta yang diduga dilecehkan saat acara pemotretan.

Aktivis perempuan, Tunggal Pawestri mengatakan kalau penyelenggara tidak melakukan itu, mereka patut dianggap sebagai enabler atau pihak yang membiarkan kekerasan seksual.

“Jangan sampai penyelenggara itu menjadi enabler yang akhirnya membuat pelaku itu bisa seenaknya melakukan pelecehan seksual karena mereka (penyelenggara) tidak memproteksi para peserta,” ujarnya.

Sejumlah finalis Miss Universe telah melaporkan dugaan pelecehan seksual di acara kontes kecantikan itu ke Polda Metro Jaya, Senin (07/08).

Kuasa hukum korban, Melissa Anggraini berkata bahwa pihak penyelenggara mengetahui dan mengakui adanya body-checking di mana para finalis dipaksa untuk membuka baju mereka.

Dan pada Senin (07/08) malam, sejumlah peserta acara ini menggelar jumpa pers mengaku “merasa direndahkan” dan “traumatis” setelah “dipaksa membuka baju”.

Setelah sejumlah korban dugaan pelecehan seksual dalam acara kontes kecantikan itu melaporkan kasusnya, pihak penyelenggara Miss Universe Indonesia akhirnya membuka suara.

Direktur Miss Universe Indonesia, Poppy Capella, mengeklaim melakukan investigasi atas dugaan bahwa finalis dipaksa untuk menanggalkan pakaian saat pemeriksaan tubuh atau body-checking.

Kronologi dugaan pelecehan seksual finalis Miss Universe Indonesia

Melissa menjelaskan, body-checking itu dilakukan pada tanggal 1 Agustus di Jakarta pada saat karantina dua hari menjelang acara grand final Miss Universe Indonesia.

Menurutnya, agenda pemeriksaan tubuh tidak ada dalam rundown acara hari itu. “Yang mereka [peserta] ketahui mereka mau melakukan fitting (mencoba gaun -red),” ujarnya.

Berdasarkan keterangan seorang finalis, pemeriksaan itu dilakukan di area ballroom yang disekat “seadanya” dan “bukan tempat yang layak untuk berganti baju”. Sang finalis merasa risih ketika diminta untuk menanggalkan pakaiannya.

“Yang pertama tidak pernah tahu ada dilakukan body-checking, yang kedua itu kan ramai; di dalam bilik yang sekecil itu ada laki-laki, ada orang lalu-lalang gitu kan,” kata Melissa.

Melissa mengatakan sang finalis merasa takut dan mengalami “pergolakan batin”; dia mempertanyakan apakah prosedur ini benar-benar diperlukan. Akhirnya dia membuka baju sampai tinggal tersisa pakaian dalam.

“Ternyata malah dibentak,” kata Melissa. “Katanya ‘embrace yourself’ dan di kancah internasional lebih parah, kira-kira kayak begitu lah. Sehingga dalam kebimbangan penuh tekanan itu ya mereka melakukan itu.”

Melissa mengatakan ada 30 finalis yang menjalani body-checking seperti yang dialami oleh kliennya, tetapi belum semuanya buka suara kepada publik.

Dugaan pelecehan seksual di ajang Miss Universe Indonesia 2023 pertama kali diungkap oleh Director Miss Universe Indonesia Bali, Sally Giovanny.

Akhir pekan lalu, Sally mengunggah tangkapan layar percakapannya dengan Director Miss Universe Indonesia Jawa Barat Rizky Ananda Musa mengenai kabar adanya peserta yang disuruh telanjang lalu difoto saat pemeriksaan tubuh.

Rizky kemudian mengunggah ulang Instagram Story Sally, menegaskan bahwa pihaknya juga melakukan pemeriksaan tubuh terhadap peserta tetapi tidak mengambil potret telanjang mereka.

Setelah unggahan di Instagram Story itu menjadi viral, CEO, fotografer, dan Beauty Director Miss Universe Indonesia mengundurkan diri.

Dalam konferensi pers Senin (07/08), fotografer Riomotret memastikan dirinya dan sang eks CEO Elwend Wang tidak ada di lokasi ketika dugaan pelecehan seksual itu terjadi.

Rio mengatakan mereka baru mengetahui peserta diminta untuk difoto tanpa busana saat body-checking setelah mendengar keluhan dari provincial director.

“Kebetulan ada komplain dari anak-anak yang dilaporkan oleh provincial director. Kami sebagai penyambung lidah, membantu untuk menyampaikan bahwa ada komplain dari mereka bahwa anak-anak ini menjadi korban foto bugil,” ujarnya seperti dilaporkan kompas.com.

Rio menceritakan dia dan Elwend marah, dan mendesak agar file foto dan video pemotretan itu dihapus. Dia berkata bahwa dia menyaksikan sendiri proses penghapusan fail-fail tersebut.

“Kalau dihapus, memang kami melihat sendiri itu dihapus. Bahkan kami tidak melihat secara foto besar, hanya thumbnail saja, karena kami berdua menghormati privasi para wanita ini, total ada 5 perempuan yang kena, yang difoto, tapi yang ditelanjangi, semuanya, ada 30,” ujar Rio.

Namun, dia mengatakan tidak bisa memastikan fail-fail tersebut sudah dikirim atau ditransmisikan ke mana saja.

‘Saya trauma, direndahkan’ – Apa kesaksian korban?

Dalam jumpa pers, Senin (07/08), sejumlah finalis Miss Universe menceritakan apa yang mereka alama saat acara body-checking, termasuk dipaksa untuk membuka baju.

Seperti dilaporkan sejumlah media, mereka merasa “tertekan” karena tempat body-checking hanya ditutup sekat kayu.

Area itu digambarkan “ramai” dan “banyak orang lalu-lalang”, ungkap di antara mereka.

“Saya sangat bingung dan tidak nyaman tapi karena kondisinya tertekan kita diteriakin ‘enggak boleh malu’, saya nurut-nurut saja. Itu bikin saya kesal dengan diri saya sendiri karena saya tidak boleh melawan,” ungkap salah-seorang korban.

Salah-seorang finalis berinisial R menjelaskan, awalnya kontestan diminta fitting (mencoba) baju. Namun, sekonyong-konyong ada agenda body checking yang tidak diinformasikan sebelumnya.

“Sebagai wanita saya merasa sangat direndahkan. Ini bukan sebagai miss universe, memang perlu ya sampai segitunya? Dan saya di ajang lain pun tidak pernah ada body check yang sampai separah ini,” katanya dalam jumpa pers.

Akibat dipaksa membuka baju, seorang peserta berinisial J mengaku merasa “terganggu mentalnya” akibat peristiwa tersebut.

Ia merasa “malu dan overthinking” karena ini mengalami “pengalaman buruk dan traumatis” ini.

“Saya benar-benar sampai sekarang susah tidur karena overthinking, karena saya sebelumnya belum pernah ikut beauty pageant dan ini first impression saya, saya merasa sedih banget dapat perlakuan seperti ini,” ungkapnya di hadapan wartawan.

Penyelenggara Miss Universe Indonesia disebut mengakui ada foto tanpa busana

Melissa mengklaim pihak penyelenggara Miss Universe Indonesia pusat mengetahui dan mengakui adanya sesi pemotretan tanpa busana. Namun mereka tidak melakukan investigasi internal.

Malah, setelah muncul protes dari provincial director, penyelenggara mengumpulkan para finalis dan menyampaikan bahwa sesi pemotretan itu dimaksudkan untuk mengecek hal-hal yang dianggap sebagai ketidaksempurnaan pada tubuh seperti bekas luka atau selulit.

“Jadi seolah-olah mereka mengakui memang ada perbuatan itu tapi karena alasan-alasan tertentu. Sementara dilakukan dengan sembrono, tidak proper, tidak ada SOP, tidak ada pemberitahuan; artinya di sini perusahaan justru pasang badan terhadap apa yang dilakukan oleh si pelaksananya di lapangan,” kata Melissa.

“Itu yang membuat keluarga dan klien kami merasa semakin tersakiti, tidak ada keadilan bagi mereka, lalu memutuskan untuk melaporkan ini.”

Sang pengacara mengatakan pengakuan tersebut terekam dalam video yang telah ditunjukkan kepada Polda Metro Jaya sebagai barang bukti.

Dia berargumen, bila memang ada ketidaksesuaian antara yang dilakukan oleh tim di lapangan dengan agenda besar atau prinsip organisasi seharusnya pihak Miss Universe Indonesia (MUID) melakukan investigasi internal kepada si “oknum” tetapi hal itu tidak dilakukan.

“Ini kan saya melihat tidak ada pertanggungjawaban secara moral. Tapi tidak apa-apa, kita akan minta pertanggungjawaban pidana saja.”

Secara terpisah, National Director and Owner Miss Universe Indonesia, Poppy Capella, merilis pernyataan tertulis melalui unggahan Instagram Story di akun resmi missuniverse_id pada Selasa malam (08/08).

Pernyataan tersebut “terkait dengan pemberitaan media mengenai hal-hal yang terjadi dalam perhelatan Miss Universe Indonesia” namun tidak menyebut dugaan pelecehan seksual atau body-checking.

“Kami telah melakukan investigasi dan memeriksa hal-hal yang dituduhkan kepada kami, yang mana kami mengetahui hal tersebut dari media massa,” kata Poppy.

“Kami akan segera mengambil sikap maupun tindakan yang diperlukan terkait permasalahan ini agar menjadi jelas dan terang kebenarannya.”

Miss Universe Indonesia merupakan kontes kecantikan baru yang bertujuan mencari perwakilan Indonesia untuk dikirim ke kontes kecantikan internasional Miss Universe.

Sebelumnya, perwakilan Indonesia untuk dikirim ke Miss Universe ditentukan melalui kontes Puteri Indonesia. Namun Yayasan Puteri Indonesia telah memberikan lisensi tersebut ke Organisasi Miss Universe Indonesia yang baru didirikan pada 8 Februari 2023 lalu.

Lisensi itu kini dipegang oleh PT Capella Swastika Karya yang dipimpin oleh model Poppy Capella.

BBC News Indonesia telah meminta klarifikasi dan tanggapan kepada pihak MUID dan Poppy Capella melalui direct message Instagram namun belum mendapat jawaban sampai artikel ini terbit.

Aktivis perempuan desak MUID untuk dukung korban

Aktivis perempuan Tunggal Pawestri mengaku merasa “marah dan kecewa” ketika mendengar tentang dugaan pelecehan seksual di kontes kecantikan Miss Universe Indonesia. Apalagi, selama beberapa tahun belakangan para pegiat hak-hak perempuan telah berkampanye tentang kedaruratan kekerasan seksual – salah satu tonggaknya adalah pengesahan UU Tindak Pidana Kekerasan Seksual pada 2022.

“Tapi ternyata … malah di satu ajang yang terbuka, yang mendapat perhatian banyak dari publik kok masih ada praktik kekerasan seksual semacam itu,” kata Tunggal kepada BBC News Indonesia.

Menurut Tunggal, pemangku kepentingan yang paling bertanggung jawab dalam kasus ini adalah penyelenggara Miss Universe Indonesia (MUID). Hal minimal yang bisa mereka lakukan, kata Tunggal, adalah mengakui kesalahan bila memang dugaan pelecehan ini terjadi di luar kontrol mereka.

“Hal minimal kedua adalah memberikan dukungan kepada para korban ketika mereka melaporkan ke kepolisian. Didampingi, misalnya. Kalau mereka punya bukti, diberikan buktinya, kooperatif sama pihak kepolisian,” ujarnya kepada BBC News Indonesia.

Perempuan yang menjabat direktur eksekutif di Yayasan Hivos itu juga mengatakan pihak MUID perlu berkonsultasi dengan organisasi-organisasi perempuan, setidaknya Komnas Perempuan, tentang cara menangani isu pelecehan seksual.

It doesn’t make sense bagi saya kalau mereka enggak berdiri paling depan, sebagai penyelenggara, untuk melindungi teman-teman perempuan ini. Kalau mereka sama sekali enggak berkata apa-apa, enggak memberikan dukungan, yes they are enabler,” kata Tunggal.

Pernahkah hal seperti ini terjadi sebelumnya?

Maria Harfanti, pemenang Miss Indonesia 2015 dan runner-up Miss World, mengaku pernah menjalani pemeriksaan tubuh saat audisi. Pemeriksaan itu, dia menjelaskan, bertujuan mengecek body mass index alias proporsi tinggi badan dengan berat badan.

“Karena kan namanya ajang kecantikan kita akan tampil, jadi kita harus dilihat misalnya kulitnya harus bersih, berat badan dan tinggi badan harus proporsional.

“Tapi kalau sampai disuruh lepas busana sih saya tidak pernah mengalami sama sekali dan kebetulan teman-teman dari ajang lain selain dari Miss Universe Indonesia ini juga tidak pernah cerita ke saya hal tersebut,” kata Maria kepada BBC News Indonesia.

Maria mengatakan praktik body-checking di kontes kecantikan yang menyuruh peserta menanggalkan busana di hadapan orang asing “sangat tidak umum”. Menurut dia, praktik seperti ini mungkin baru pertama kali terjadi.

Tunggal Pawestri menduga kasus di Miss Universe Indonesia ini mungkin puncak gunung es. Kasus ini terungkap pada waktu ketika kesadaran korban untuk melaporkan pelecehan seksual semakin kuat.

Hal-hal semacam ini mungkin juga pernah terjadi di masa lalu namun korban memilih tutup mulut, ujarnya.

Pada awal 2000-an beredar VCD berisi casting iklan sabun yang memperlihatkan sejumlah model perempuan tampil nyaris tanpa busana. Buntut kasus tersebut, empat tersangka diseret ke meja hijau dan dituntut enam bulan penjara.

Tak lama setelah kasus itu, beredar VCD berisi rekaman beberapa model terkenal berganti baju di sebuah studio fotografi di Jakarta. Pemilik studio bersama rekannya dilaporkan memasang cermin dua arah dan menggunakannya untuk memfilmkan perempuan-perempuan tanpa sepengetahuan mereka di ruang ganti tersebut. Si pemilik studio, fotografer Budi Han, akhirnya divonis satu tahun penjara oleh PN Jakarta Selatan.

“Jadi ini juga bukan sesuatu yang kelihatannya baru-baru amat di industri entertainment seperti ini,” kata Tunggal. (ut)

DKI Jakarta

Dihina Lurah, Puluhan Petugas PPSU Ancol Mogok Kerja

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mogok kerja karena adanya penghinaan yang dilakukan Lurah Saud M Manik dan Sekretaris Kelurahan Ancol, Khenny Hutagaol kepada mereka. 

Petugas PPSU, Pipit Mulyaningsih menambahkan, Sekretaris Lurah kalau bicara selalu menyakitkan dan selalu berkata miskin ke PPSU. “Jadi kayaknya anak-anak sakit hati,” kata dia di Jakarta, (19/2024).

Sementara itu, Lurah Ancol, Saud M Manik mengatakan, aksi yang dilakukan PPSU tersebut sebagai bentuk solidaritas petugas yang diberhentikan. “Hari ini hanya lima PPSU yang masuk dan lainnya tidak masuk,” kata dia.

Ia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang diputuskan hubungan kerjanya. “Ada satu pekerja yang kami berhentikan karena memang melanggar kontrak kerja,” kata dia. (tw)

Continue Reading

Megapolitan

Ground Breaking D’OrangePark Apartment, Hotel & Residence Depok yang Dikembang oleh MITRA Jaya Realty dan Dikelola KEISKI Group

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Depok, D’OrangePark adalah “Student Apartment, Hotel & Residence” yang memiliki konsep Urban Living – Cosmopolitan & Healty Life, yang bertujuan untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru, dan sebagai tempat pengembangan embrio-embrio startup baru sehingga dapat mendukung perekonomian daerah Depok khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

D’OrangePark Apartment, Hotel & Residence Depok dikembang oleh MITRA Jaya Realty dan dikelola oleh KEISKI Group ini melakukan acara ground breaking pada tanggal 17 Februari 2024 di kawasan Depok-Jawa barat.

Tumanggo Pitta Raja selaku Direktur Utama dari Mitra Jaya Realty selaku Pengembang proyek d’OrangePark menyampaikan, “Setelah sukses dengan proyek perumahan seperti Alam Kencana Town House, Eska Mansion, Bungur Residence, Bungur Mansion I (satu) serta rencana produk perumahan unggulan lainnya yaitu Bungur Mansion II di Cibubur, maka dengan sukacita kami menghadirkan d’OrangePark yang menjadi contoh dalam hal konsep dan pengelolaan Apartemen terbaru dan pertama di Indonesia.

“Kami yakin, dengan adanya beberapa fasilitas – fasilitas pendukung Seperti co-working
space, co-working terrace, communal park, linear Greenery, klinik kesehatan 24 jam,
konsep double decker, iconic rooftop, dan apartemen pertama yang akan dikelola oleh Operator Hotel yaitu Keiski Group, d’OrangePark akan menjadi tempat hunian yang modern, sehat, nyaman dan menjadi tempat pergerakan ekonomi daerah baru.” jelasnya di acara Ground breaking kawasan Depok, (17/2/2024).

Ia menambahkan bahwa semua konsep dan fasilitas ini ditujukan untuk mereka yang memiliki aktifitas di pusat kota dan pusat ekonomi, dimana lokasi d’OrangePark sangatlah strategis, tepat di pintu keluar tol Cijago – Cisalak dan berada di area segitiga emas Depok. Aksesibilitas dari berbagai (tol Jagorawi, Cikampek, Cijago, JORR2, Desari), serta bersinggungan dengan wilayah premium selatan dan timur Jakarta seperti TB
Simantuoang – Cawang dan Bandara Halim Perdana Kusuma, menjadikan proyek
d’OrangePark sebagai hunian yang nyaman, praktis dan efisien.

Pada kesempatan yang sama, Tulus Panahian selaku Direktur Penjualan & Pengembangan Bisnis Mitra Jaya Realty menambahkan, “d’Orangepark berdiri diatas lahan seluas sekitar 7.600 m2 dan terdiri dari 2 tower apartment & hotel dengan total 750 unit.

Tower 1 dengan total 216 unit telah habis terjual dengan perkiraan omzet kurang lebih 550
milyar Rupiah. Kami juga akan mengembangkan d’OrangePark Residence sejumlah 34 unit landed house pada tahap berikutnya.”

Ia juga mengharapkan, pengembangan investasi ini akan membawa dampak dan manfaat yang baik bukan hanya bagi para konsumen yang membelinya, tapi juga bagi Masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Ren Tobing selaku Direktur Utama dari Keiski Group, pengelola hotel dan
Kawasan d’OrangePark Apartment, Hotel & Residence menyatakan, “Keiski Group
sangat bangga dapat menjalin hubungan bisnis yang strategis dengan Mitra Jaya Realty,”.

Ditengah-tengah upaya membangun kembali bisnis hospitality yang sempat terpuruk saat pandemic covid-19, diantaranya pengelolaan hotel & serviced apartment dibawah brand Keiski Hotel serta Nemuru Hotel di berbagai lokasi strategis, pengembangan bisnis resto-cafe-catering yang independen, serta recana terjun dalam bisnis developer properti, maka kerjasama yang ditandai dengan peresmian pembangunan d’OrangePark ini menjadi salah satu momentum yang sangat baik.

“Dengan konsep yang sangat luar biasa diciptakan oleh Mitra Jaya Realty dan dikombinasikan dengan profesionalisme pengelolaan bertaraf internasional dari Keiski Group, maka Saya yakin d’OrangePark akan menjadi pilihan favorit dalam berbagai kegiatan penginapan & pertemuan di daerah Depok dan sekitarnya,” jelasnya di Depok saat menghadiri acara ground breaking, (17/2/2024).

“Kami sudah belasan tahun melakukan pengelolaan property, sudah 90 hotel yang kami kelola, bahkan sudah sampai di Malaysia dan Mianmar. Puluhan hotel yang kita kelola, ada 4 hal yang bisa dijadikan patokan untuk satu property, khususnya hotel dan apartemen itu berhasil. Ada tiga L, yaitu lokasi, lokasi dan lokasi”, ungkapnya.

“Selain itu, ini tentunya ini akan menciptakan peluang ekonomi baru termasuk pengadaan lapangan kerja serta meningkatkan kegiatan pariwisata serta ekonomi kreatif di daerah Depok,” tutupnya.

Continue Reading

Megapolitan

Sekeluarga Kemungkinan Gagal Lolos ke DPR, Hary Tanoe Tak Lagi Orang Terkaya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count  dari berbagai lembaga survei, Hary Tanoesoedibjo sekeluarga gagal melenggang ke Senayan. 

Pasalnya perolehan Partai Perindo masih kurang dari ambang batas, atau sekitar 1,2% hingga 1,5% hingga pukul 15.30 WIB. Data masuk rata-rata lembaga hitung cepat telah mencapai lebih dari 95%, bahkan ada yang sudah nyaris 100%.

Sebagaimana diketahui, Hary Tanoe pada tahun ini maju ke DPR RI. Tidak sendiri, istri dan lima anaknya juga maju menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Perindo. 

Hary Tanoe maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III dan istrinya, Liliana Tanoesoedibjo bertanding di Dapil DKI Jakarta II.

Lalu anak sulungnya, Angela maju di Dapil Jatim I. Sementara adiknya, Valencia terdaftar sebagai bakal caleg di Dapil Jakarta III dan anak ketiganya, Jessica (kalah) menjadi caleg dari Dapil NTT II. Anak keempatnya, Clarissa tercatat sebagai bakal caleg Perindo untuk Dapil Jawa Barat I.

Terakhir, anak bungsu Hary, Warren (kalah) juga turut memperebutkan kursi DPR di Dapil Jawa Tengah I.

Dari seluruh keluarga Hary Tanoe, tercatat hanya Jessica dan Waren yang tidak mengantongi suara tertinggi dari Partai Perindo di dapilnya masing-masing. 

Adapun mengacu pada UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 414 ayat 1 menyebutkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold ditetapkan paling rendah 4 persen dari jumlah suara sah secara nasional.

Bila mengacu pada hasil hitung cepat, artinya Perindo tidak memenuhi ambang batas tersebut. 

Sementara itu, Hary Tanoe per Desember 2023 telah keluar dari Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes. Pada 2022, dia duduk di peringkat 39 dengan harta US$ 1,09 miliar.

Dalam daftar terbaru tahun 2023, nama Hary Tanoe sudah tidak tercatat. Padahal urutan ke-50 diisi oleh Sabana Prawirawidjaja dan keluarga dengan harta US$ 940 juta, atau lebih rendah dibandingkan dengan catatan harta Hary Tanoe pada 2022.

Adapun anak sulungnya Angela tercatat sebagai wakil menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurut Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dilaporkan Angle pada 2022, dia memiliki total harta Rp 347,75 miliar. 

Hartanya terdiri dari dua tanah dan bangunan di Jakarta Pusat senilai Rp 196,32 miliar. Selain itu dia melaporkan alat transportasi Land Rover Range Rover 2014 dan Lexus LX 570 2013 senilai Rp 3,4 miliar .

Dia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp 40,43 miliar, surat berharga Rp 80,99 miliar, dan kas setara kas Rp 26,61 miliar. Angela pada 2022 melaporkan LHKPN tanpa utang.

Pemilu kembali menimpa Perindo di tahun 2024. Tidak lolos ambang batas. Kurang apa.

Saya sebut tragedi karena partai ini tidak kurang apa pun: uang, media, tokoh. Tapi perolehan suaranya tetap di bawah dua persen.

Satu keluarga konglomerat Hary Tanoesoedibjo pun gagal masuk Senayan. Total enam orang: HT, istri, dan empat anaknya.

Anda sudah tahu: HT nyalon di Banten III.

Istrinya, Liliana nyalon di Jakarta II.

Anak sulungnya Angelia nyalon di dapil Jatim I, kota kelahiran ayahnyi.

Anak kedua, Valencia, nyaleg di Jakarta III.

Jessica, anak ketiga, di NTT II.

Anak ketiga, Clarissa, nyaleg di Jabar I.

Dan si bungsu, satu-satunya laki-laki, Warren, nyaleg di dapil Jateng I.

HT sebenarnya berhasil menggaet ulama besar untuk menjadi ketua harian DPP Perindo: Tuan Guru Bajang. Ia mantan gubernur NTB dua periode. Pewaris organisasi keagamaan terbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW). Lulusan Al Azhar, Kairo. Doktor ilmu tafsir. Hafal Quran.

Tampilnya Tuan Guru Bajang saya pikir bisa mengubah Perindo dari sekadar partai keluarga. Lalu basis pemilih partai itu melebar. Termasuk ke kalangan muslim.

Tapi Tuan Guru Bajang kelihatannya tidak bisa banyak berbuat. Meskipun jabatannya setinggi ketua harian tapi kekuasaan yang melekat padanya kelihatannya terbatas.

Di sebuah perusahaan swasta, jabatan itu kadang tidak penting. Anda bisa punya jabatan mentereng apa pun, tapi yang paling berkuasa di situ adalah yang memegang buku cek.

Atau, kalau sekarang –ketika buku cek tidak penting lagi– yang paling berkuasa adalah yang memegang tombol token e-banking.

Di Lombok sendiri Tuan Guru Bajang bukan lagi peraih suara terbanyak. Menurut hitungan sementara, suara terbanyak di sana dipegang caleg dari Gerindra: Lale Syifaun Nufus.

Lale Syifaun Nufus adalah sepupu Tuan Guru Bajang. Dia adik dari pemimpin tertinggi Nahfldlatul Wathan Anjani: Tuan Guru Lalu Gede Zainuddin Atsani.

Di Lombok dulunya hanya ada satu NW. Yakni yang didirikan Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid di tahun 1953. Keulamaan Tuan Guru ini diakui sampai di Makkah. Beliau punya dua putri.

Akhirnya NW pecah dua. Sejak 1998. Saat itu, sang putri pertama, Siti Raihanun terpilih sebagai ketua NW. Keluarga satunya tidak setuju. Mereka menguasai kantor pusat NW yang di Pancor. Maka kubu Raihanun memindahkan kantor pusat NW ke Desa Anjani.

Sejak itu ada NW Pancor dan NW Anjani. Tidak pernah bisa bersama lagi. Sampai sekarang.

Kubu NW Pancor kini dipimpin KH Tuan Guru Bajang. Sedang NW Anjani dimpimpin oleh KH Lalu Gede Zainuddin Atsani, kakak Lale Syifaun Nufus.

Dua kubu itu selalu berbeda pula aliran politiknya. Kubu TGB pernah di PBB. Lalu pindah ke Demokrat. Pindah ke Golkar. Pindah lagi ke Nasdem. Terakhir pindah ke Perindo.

NW Anjani awalnya ikut Partai Bintang Reformasi-nya ustadz sejuta umat Zainuddin MZ. Lalu ikut Hanura. Terakhir ini ikut Gerindra.

Di daftar calon, TGB caleg DPR nomor satu di Perindo, Lalu Syaifun Nufus nomor satu di Gerindra. Nufus dapat suara tertinggi. TGB nomor dua terbanyak. Mungkin saja dua-duanya lolos masuk ke Senayan. Tapi karena Perindo tidak berhasil melewati ambang batas parlemen (empat persen), maka kursi TGB hilang.

Padahal kalau TGB bisa lolos ke DPR, ia akan punya panggung nasional. Ia sudah tidak perlu lagi panggung lokal. Ia masih muda. Berprestasi. Tinggal panggung besar yang belum punya.

Banyak tokoh besar hanya kebagian panggung kecil. Banyak tokoh kecil bisa dapat panggung besar. Hanya sedikit tokoh besar dapat panggung besar. Lebih banyak lagi tokoh kecil di panggung kecil.

Lebih baik fokus urus bisnis media dan berpikir bagaimana cara mendidik masyarakat dengan baik melalui tayangan yang bermutu. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending