Connect with us

Megapolitan

Orang Ini yang Disebut Pemenang Tender Pengadaan Motor Listrik untuk MBG

Published

on

Orang Ini yang Disebut Pemenang Tender Pengadaan Motor Listrik untuk MBG

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Nama Yenna Yuniana tengah menjadi sorotan publik setelah perusahaannya disebut memenangkan proyek pengadaan besar motor listrik untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) di bawah Badan Gizi Nasional yang ramai diperdebatkan di bulan April 2026 ini.

Yenna Yuniana diketahui menjabat sebagai Direktur Utama PT Yasa Artha Trimanunggal, perusahaan yang disebut sebagai induk dari PT Adlas Sarana Elektrik, yang terlibat dalam penyediaan armada motor listrik dalam proyek bernilai besar tersebut.

Pengadaan tender yang tak jelas dan sistem lelangnya tak ada yang mengetahuinya di tahun 2025, tiba-tiba motor listrik dari cina sudah ada di Indonesia.

Pengadaan motor listrik dari cina inipun membuat menteri keuangan kecolongan, karena menurutnya, ditahun 2025 sudah ditolak, tapi mengapa tetap berjalan?

Namun di tengah perhatian publik terhadap proyek yang dimenangkan perusahaannya, sosok Yenna Yuniana justru menjadi perbincangan di lingkungan tempat tinggalnya di kawasan Grogol Petamburan, Jakarta Barat.

Sejumlah warga mengaku tidak mengenal secara dekat sosok tersebut, meski diketahui tinggal di area tersebut. Aktivitas di sekitar rumah yang diduga miliknya juga terpantau relatif tertutup dengan pagar tinggi dan kondisi yang jarang terbuka untuk umum.

Ketua RT setempat menyebut, komunikasi terkait administrasi atau hal lain tidak dilakukan secara langsung dengan yang bersangkutan, melainkan melalui pihak lain atau perwakilan dari perusahaan.

Sementara itu, warga sekitar juga mengaku jarang melihat interaksi langsung dengan Yenna Yuniana dalam kehidupan sehari-hari. Meski demikian, beberapa menyebut kerap melihat kendaraan tertentu terparkir di area rumah tersebut.

Kondisi ini membuat sosok Yenna Yuniana menjadi perhatian, karena berada di balik proyek besar namun relatif tertutup di lingkungan tempat tinggalnya.

Mengapa Harus Motor Listrik Cina Emmo?

Pegiat kendaraan listrik dari Komunitas Sepeda/Motor Listrik Indonesia (Kosmik) Hendro Sutono mengatakan, ada satu hal yang patut menjadi perhatian, yaitu soal mekanisme pengadaannya.

“Jika benar mekanisme pengadaan yang dinilai mengarah pada penunjukan satu vendor, maka hal ini patut disayangkan, mengingat Indonesia telah memiliki sejumlah produk kendaraan listrik dari beberapa merek dengan kemampuan yang relatif setara. Beberapa di antaranya bahkan berasal dari badan usaha milik negara seperti GESITS, PINDAD, dan PT. LEN, yang selama ini juga terlibat dalam pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional,” kata Hendro, (17/4/2026).

Menurut Hendro, keterlibatan lebih dari satu penyedia tidak hanya berpotensi meningkatkan transparansi dan daya saing, tetapi juga mendorong pertumbuhan industri dalam negeri secara lebih merata.

“Dengan membuka ruang partisipasi yang lebih luas, pengadaan seperti ini tidak hanya berfungsi sebagai belanja negara, tetapi juga sebagai instrumen untuk memperkuat kapasitas industri nasional dalam jangka panjang,” sebut Hendro.

Memang, Hendro menilai pilihan motor listrik tipe trail dan urban sudah cocok untuk SPPG. Motor jenis trail bisa digunakan di pedesaan, sedangkan skuter listrik tipe urban untuk perkotaan.

“Pilihan keduanya sudah cukup tepat jika dilihat dari sudut pandang geografi. Harga tersebut kurang lebih sama dengan produk setara. Katakan dengan produk United RX6000, Alessa Dimentro DT-Pro, Surron Ultra Bee, atau Tromox UKKO. Sementara untuk produk dari PT LEN dan PT PINDAD tidak bisa diketahui harganya karena memang tidak dibuka untuk umum,” ujarnya. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement