Connect with us

Megapolitan

Para Taipan Rumah Sakit ‘Pesta Pora’ Usai UU Kesehatan Disahkan

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Seiring dengan disahkannya Rancangan Undang-Undang Kesehatan oleh DPR RI, saham emiten rumah sakit (RS) kompak melonjak pada perdagangan Selasa (11/7/2023). Sebut saja saham RS Siloam PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) terbang 9,89%, lalu ada saham PT Bundamedik Tbk. (BMHS) yang melonjak 5,03%.

Disusul dengan PT Medikaloka Hermina Tbk. (HEAL) naik 3,94%, PT Metro Healthcare Indonesia Tbk. (CARE) naik 2,94%, PT Sarana Meditama Metropolitan Tbk. (SAME) naik 2,78%, PT Royal Prima Tbk. (PRIM) naik 2,27%, dan PT Mitra Keluarga Karyasehat Tbk (MIKA) naik 1,92%.

Di Bursa Efek Indonesia (BEI) sendiri, ada 11 saham emiten RS yang tercatat dan sahamnya diperdagangkan untuk publik. Sehingga anda tidak hanya bisa berobat di sana, anda juga bisa memegang sahamnya.

Di balik emiten-emiten pengelola tersebut, di antaranya ada sejumlah konglomerat RI. Lantas siapa saja penguasa emiten RS di Indonesia?

Dato’ Sri Tahir

Pria kelahiran Surabaya pada 26 Maret 1952 ini merupakan pemilik Grup Mayapada, yang bergerak di berbagai bidang mulai dari perbankan hingga kesehatan, yakni Rumah Sakit Mayapada atau Mayapada Hospital. Ia merupakan pemegang saham pengendali dari PT Sejahteraraya Anugrahjaya Tbk. (SRAJ) yang merupakan pengelola dari Mayapada Hospital.

Ia menggenggam sebanyak 0,02% saham SRAJ. Anaknya, Jane Dewi Tahir juga merupakan pemegang saham pengendali dengan kepemilikan sebanyak 0,42%.

Mayapada Hospital merupakan salah satu rumah sakit swasta terbaik yang didirikan oleh Healthcare Group pada 1 Juni 2008 setelah mengakuisisi Honoris Hospital di kawasan hunian eksklusif Modern Land Tangerang. Sebagai bentuk komitmen untuk menyediakan pelayanan kesehatan berstandar internasional, Mayapada Hospital bekerja sama dengan National Health Care Group Singapore.

Dato Sri Tahir saat ini tercatat sebagai orang terkaya keenam se-Indonesia versi Forbes. Harta Tahir dan keluarganya tercatat sebesar US$ 5,3 miliar Dengan kekayaan mencapai 2,4 miliar dolar AS atau setara Rp 79,28 triliun.

Martua Sitorus

Anak konglomerat Martua Sitorus, Jacqueline Sitorus merupakan pemegang saham pengendali dari PTMurni SadarTbk. (MTMH).Emiten tersebut merupakanpengelola Murni Sadar Hospitals yang memiliki total 6 rumah sakit yang merupakan 5 rumah sakit Murni Teguh dan 1 rumah sakit ibu anak Rosiva dengan total kapasitas 858 tempat tidur.

Martua sendiri merupakan taipan yang kaya raya dari bisnis perkebunan kelapa sawit, yang sudah memperluas gurita bisnisnya ke berbagai sektor, termasuk rumah sakit. Menurut Forbes, hartanya saat ini ditaksir sebesar US$ 3,2 miliar atau Rp 47,87 triliun.

Keluarga Boenjamin Setiawan

Konglomerat Indonesia terkaya yang memiliki jaringan bisnis rumah sakit di Indonesia adalah mendiang Boenjamin Setiawan yang lahir pada 23 September 1933 di Tegal, Jawa Tengah dan wafat 4 April 2023. Dia merupakan pendiri Rumah Sakit Mitra Keluarga, yang pertama kali berdiri pada 1989.

Pria yang akrab disapa Dr Boen ini juga mengendalikan PT Mitra Keluarga Tbk. (MIKA) yang mengoperasikan sebanyak 25 rumah sakit. Selain itu, pria yang memiliki gelar doktor di bidang farmologi ini juga pendiri perusahaan farmasi PT Kalbe Farma Tbk. (KLBF) pada 1966 bersama lima saudaranya.

Dr. Boen merupakan orang terkaya ke-8 di Indonesia dalam daftar Forbes tahun lalu. Adapun total kekayaannya mencapai 4,2 miliar dolar AS atau setara Rp 61,2 triliun.

Eddy Kusnadi Sariaatmadja

Konglomerat Eddy Kusnadi Sariaatmadja merupakan pemilik dari PT Elang Mahkota Teknologi Tbk. (EMTK) yang mengendalikan pengelola RS Omni, PTSarana Meditama MetropolitanTbk. (SAME).Pengelola RS Omniitu memiliki 8 rumah sakit dengan kapasitas 1.454 tempat tidur, di mana 6 merupakan rumah sakit EMCdan 2 merupakan rumah sakit GRHA.

Adapun Elang Mahkota Teknologi memegang sebesar 77,30% saham SAME dan sisanya sebesar 22,70% dipegang oleh masyarakat, menurut RTI Business per 30 Juni 2023.

Sementara itu, SAME merupakan pemegang saham pengendali emiten pengelola rumah sakit lainnya, PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK), dengan kepemilikan 79,84% saham.

Berdasarkan data Forbes tahun 2022, Eddy menduduki peringkat 19 dalam daftar 50 orang terkaya di Indonesia. Harta kekayaan Eddy mencapai US$ 2,4 miliar atau sebesar Rp 35,90 triliun.

Mochtar Riady

Mertua dari Dato Sri Tahir ini juga memiliki bisnis rumah sakit. Mochtar Riady adalah pendiri Grup Lippo, dengan sejumlah perusahaan yang bergerak di berbagai bidang, termasuk kesehatan.

Mochtar berbisnis rumah sakit melalui bendera Siloam Group, yang telah menjadi perusahaan terbuka PT Siloam International Hospitals Tbk. (SILO) Pada awal mendirikan RS, dia bekerja sama dengan Gleneagles, yang merupakan perusahaan jaringan rumah sakit di Singapura, dengan membangun RS Gleneagles.

Namun setelah Gleneagles tak lagi melanjutkan kerja sama, Mochtar tetap melanjutkan bisnis rumah sakit dengan mengubah nama menjadi RS Siloam. Sampai saat ini Rumah Sakit Siloam terus berkembang dan tersebar di wilayah Indonesia.

Sementara itu, dalam daftar orang terkaya Forbes 2021, miliarder berusia 93 tahun ini berada di peringkat 23, dengan kekayaan sebesar US$ 1,7 miliar atau setara Rp 24,77 triliun.

Keluarga The Ning King

Hungkang Sutedja, anak dari taipan The Ning King, merupakan pemilik manfaat dari perseroan (ultimate beneficial owner) PT Kedoya Adyaraya Tbk. (RSGK). Emiten itu memiliki total 2 rumah sakit yakni GRHA Kedoya dan GRHA MM2100.

RSGK adalah bagian dari grup SAME, di mana emiten rumah sakit tersebut sebagai pemegang saham pengendali dengan 79,84% saham. Sementara itu, Hungkang Sutedja tercatat memegang 0,35% saham RSGK.

The Ning King sendiri merupakan taipan Indonesia yang punya banyak perusahaan yang berkutat di sektor tekstil, industri baja, properti, pertambangan, energi, dan pertanian di bawah bendera Agro Manunggal. Namanya juga masuk 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2017 versi Forbes dengan kekayaan bersih US$ 450 juta atau setara Rp 6,5 triliun. (tw)

https://www.instagram.com/reel/Cu2_sROsvG3it_f-_Wl0O9vAmHe-mQcCephjjw0/?igshid=MTc4MmM1YmI2Ng==

DKI Jakarta

Dihina Lurah, Puluhan Petugas PPSU Ancol Mogok Kerja

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mogok kerja karena adanya penghinaan yang dilakukan Lurah Saud M Manik dan Sekretaris Kelurahan Ancol, Khenny Hutagaol kepada mereka. 

Petugas PPSU, Pipit Mulyaningsih menambahkan, Sekretaris Lurah kalau bicara selalu menyakitkan dan selalu berkata miskin ke PPSU. “Jadi kayaknya anak-anak sakit hati,” kata dia di Jakarta, (19/2024).

Sementara itu, Lurah Ancol, Saud M Manik mengatakan, aksi yang dilakukan PPSU tersebut sebagai bentuk solidaritas petugas yang diberhentikan. “Hari ini hanya lima PPSU yang masuk dan lainnya tidak masuk,” kata dia.

Ia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang diputuskan hubungan kerjanya. “Ada satu pekerja yang kami berhentikan karena memang melanggar kontrak kerja,” kata dia. (tw)

Continue Reading

Megapolitan

Ground Breaking D’OrangePark Apartment, Hotel & Residence Depok yang Dikembang oleh MITRA Jaya Realty dan Dikelola KEISKI Group

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Depok, D’OrangePark adalah “Student Apartment, Hotel & Residence” yang memiliki konsep Urban Living – Cosmopolitan & Healty Life, yang bertujuan untuk menghasilkan entrepreneur-entrepreneur baru, dan sebagai tempat pengembangan embrio-embrio startup baru sehingga dapat mendukung perekonomian daerah Depok khususnya, dan Indonesia pada umumnya.

D’OrangePark Apartment, Hotel & Residence Depok dikembang oleh MITRA Jaya Realty dan dikelola oleh KEISKI Group ini melakukan acara ground breaking pada tanggal 17 Februari 2024 di kawasan Depok-Jawa barat.

Tumanggo Pitta Raja selaku Direktur Utama dari Mitra Jaya Realty selaku Pengembang proyek d’OrangePark menyampaikan, “Setelah sukses dengan proyek perumahan seperti Alam Kencana Town House, Eska Mansion, Bungur Residence, Bungur Mansion I (satu) serta rencana produk perumahan unggulan lainnya yaitu Bungur Mansion II di Cibubur, maka dengan sukacita kami menghadirkan d’OrangePark yang menjadi contoh dalam hal konsep dan pengelolaan Apartemen terbaru dan pertama di Indonesia.

“Kami yakin, dengan adanya beberapa fasilitas – fasilitas pendukung Seperti co-working
space, co-working terrace, communal park, linear Greenery, klinik kesehatan 24 jam,
konsep double decker, iconic rooftop, dan apartemen pertama yang akan dikelola oleh Operator Hotel yaitu Keiski Group, d’OrangePark akan menjadi tempat hunian yang modern, sehat, nyaman dan menjadi tempat pergerakan ekonomi daerah baru.” jelasnya di acara Ground breaking kawasan Depok, (17/2/2024).

Ia menambahkan bahwa semua konsep dan fasilitas ini ditujukan untuk mereka yang memiliki aktifitas di pusat kota dan pusat ekonomi, dimana lokasi d’OrangePark sangatlah strategis, tepat di pintu keluar tol Cijago – Cisalak dan berada di area segitiga emas Depok. Aksesibilitas dari berbagai (tol Jagorawi, Cikampek, Cijago, JORR2, Desari), serta bersinggungan dengan wilayah premium selatan dan timur Jakarta seperti TB
Simantuoang – Cawang dan Bandara Halim Perdana Kusuma, menjadikan proyek
d’OrangePark sebagai hunian yang nyaman, praktis dan efisien.

Pada kesempatan yang sama, Tulus Panahian selaku Direktur Penjualan & Pengembangan Bisnis Mitra Jaya Realty menambahkan, “d’Orangepark berdiri diatas lahan seluas sekitar 7.600 m2 dan terdiri dari 2 tower apartment & hotel dengan total 750 unit.

Tower 1 dengan total 216 unit telah habis terjual dengan perkiraan omzet kurang lebih 550
milyar Rupiah. Kami juga akan mengembangkan d’OrangePark Residence sejumlah 34 unit landed house pada tahap berikutnya.”

Ia juga mengharapkan, pengembangan investasi ini akan membawa dampak dan manfaat yang baik bukan hanya bagi para konsumen yang membelinya, tapi juga bagi Masyarakat sekitarnya.

Sementara itu, Ren Tobing selaku Direktur Utama dari Keiski Group, pengelola hotel dan
Kawasan d’OrangePark Apartment, Hotel & Residence menyatakan, “Keiski Group
sangat bangga dapat menjalin hubungan bisnis yang strategis dengan Mitra Jaya Realty,”.

Ditengah-tengah upaya membangun kembali bisnis hospitality yang sempat terpuruk saat pandemic covid-19, diantaranya pengelolaan hotel & serviced apartment dibawah brand Keiski Hotel serta Nemuru Hotel di berbagai lokasi strategis, pengembangan bisnis resto-cafe-catering yang independen, serta recana terjun dalam bisnis developer properti, maka kerjasama yang ditandai dengan peresmian pembangunan d’OrangePark ini menjadi salah satu momentum yang sangat baik.

“Dengan konsep yang sangat luar biasa diciptakan oleh Mitra Jaya Realty dan dikombinasikan dengan profesionalisme pengelolaan bertaraf internasional dari Keiski Group, maka Saya yakin d’OrangePark akan menjadi pilihan favorit dalam berbagai kegiatan penginapan & pertemuan di daerah Depok dan sekitarnya,” jelasnya di Depok saat menghadiri acara ground breaking, (17/2/2024).

“Kami sudah belasan tahun melakukan pengelolaan property, sudah 90 hotel yang kami kelola, bahkan sudah sampai di Malaysia dan Mianmar. Puluhan hotel yang kita kelola, ada 4 hal yang bisa dijadikan patokan untuk satu property, khususnya hotel dan apartemen itu berhasil. Ada tiga L, yaitu lokasi, lokasi dan lokasi”, ungkapnya.

“Selain itu, ini tentunya ini akan menciptakan peluang ekonomi baru termasuk pengadaan lapangan kerja serta meningkatkan kegiatan pariwisata serta ekonomi kreatif di daerah Depok,” tutupnya.

Continue Reading

Megapolitan

Sekeluarga Kemungkinan Gagal Lolos ke DPR, Hary Tanoe Tak Lagi Orang Terkaya

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Berdasarkan hasil hitung cepat atau quick count  dari berbagai lembaga survei, Hary Tanoesoedibjo sekeluarga gagal melenggang ke Senayan. 

Pasalnya perolehan Partai Perindo masih kurang dari ambang batas, atau sekitar 1,2% hingga 1,5% hingga pukul 15.30 WIB. Data masuk rata-rata lembaga hitung cepat telah mencapai lebih dari 95%, bahkan ada yang sudah nyaris 100%.

Sebagaimana diketahui, Hary Tanoe pada tahun ini maju ke DPR RI. Tidak sendiri, istri dan lima anaknya juga maju menjadi calon legislatif (caleg) dari Partai Perindo. 

Hary Tanoe maju di Daerah Pemilihan (Dapil) Banten III dan istrinya, Liliana Tanoesoedibjo bertanding di Dapil DKI Jakarta II.

Lalu anak sulungnya, Angela maju di Dapil Jatim I. Sementara adiknya, Valencia terdaftar sebagai bakal caleg di Dapil Jakarta III dan anak ketiganya, Jessica (kalah) menjadi caleg dari Dapil NTT II. Anak keempatnya, Clarissa tercatat sebagai bakal caleg Perindo untuk Dapil Jawa Barat I.

Terakhir, anak bungsu Hary, Warren (kalah) juga turut memperebutkan kursi DPR di Dapil Jawa Tengah I.

Dari seluruh keluarga Hary Tanoe, tercatat hanya Jessica dan Waren yang tidak mengantongi suara tertinggi dari Partai Perindo di dapilnya masing-masing. 

Adapun mengacu pada UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum Pasal 414 ayat 1 menyebutkan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold ditetapkan paling rendah 4 persen dari jumlah suara sah secara nasional.

Bila mengacu pada hasil hitung cepat, artinya Perindo tidak memenuhi ambang batas tersebut. 

Sementara itu, Hary Tanoe per Desember 2023 telah keluar dari Daftar 50 Orang Terkaya di Indonesia versi Forbes. Pada 2022, dia duduk di peringkat 39 dengan harta US$ 1,09 miliar.

Dalam daftar terbaru tahun 2023, nama Hary Tanoe sudah tidak tercatat. Padahal urutan ke-50 diisi oleh Sabana Prawirawidjaja dan keluarga dengan harta US$ 940 juta, atau lebih rendah dibandingkan dengan catatan harta Hary Tanoe pada 2022.

Adapun anak sulungnya Angela tercatat sebagai wakil menteri Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Menurut Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) yang dilaporkan Angle pada 2022, dia memiliki total harta Rp 347,75 miliar. 

Hartanya terdiri dari dua tanah dan bangunan di Jakarta Pusat senilai Rp 196,32 miliar. Selain itu dia melaporkan alat transportasi Land Rover Range Rover 2014 dan Lexus LX 570 2013 senilai Rp 3,4 miliar .

Dia juga tercatat memiliki harta bergerak lainnya Rp 40,43 miliar, surat berharga Rp 80,99 miliar, dan kas setara kas Rp 26,61 miliar. Angela pada 2022 melaporkan LHKPN tanpa utang.

Pemilu kembali menimpa Perindo di tahun 2024. Tidak lolos ambang batas. Kurang apa.

Saya sebut tragedi karena partai ini tidak kurang apa pun: uang, media, tokoh. Tapi perolehan suaranya tetap di bawah dua persen.

Satu keluarga konglomerat Hary Tanoesoedibjo pun gagal masuk Senayan. Total enam orang: HT, istri, dan empat anaknya.

Anda sudah tahu: HT nyalon di Banten III.

Istrinya, Liliana nyalon di Jakarta II.

Anak sulungnya Angelia nyalon di dapil Jatim I, kota kelahiran ayahnyi.

Anak kedua, Valencia, nyaleg di Jakarta III.

Jessica, anak ketiga, di NTT II.

Anak ketiga, Clarissa, nyaleg di Jabar I.

Dan si bungsu, satu-satunya laki-laki, Warren, nyaleg di dapil Jateng I.

HT sebenarnya berhasil menggaet ulama besar untuk menjadi ketua harian DPP Perindo: Tuan Guru Bajang. Ia mantan gubernur NTB dua periode. Pewaris organisasi keagamaan terbesar di Lombok: Nahdlatul Wathan (NW). Lulusan Al Azhar, Kairo. Doktor ilmu tafsir. Hafal Quran.

Tampilnya Tuan Guru Bajang saya pikir bisa mengubah Perindo dari sekadar partai keluarga. Lalu basis pemilih partai itu melebar. Termasuk ke kalangan muslim.

Tapi Tuan Guru Bajang kelihatannya tidak bisa banyak berbuat. Meskipun jabatannya setinggi ketua harian tapi kekuasaan yang melekat padanya kelihatannya terbatas.

Di sebuah perusahaan swasta, jabatan itu kadang tidak penting. Anda bisa punya jabatan mentereng apa pun, tapi yang paling berkuasa di situ adalah yang memegang buku cek.

Atau, kalau sekarang –ketika buku cek tidak penting lagi– yang paling berkuasa adalah yang memegang tombol token e-banking.

Di Lombok sendiri Tuan Guru Bajang bukan lagi peraih suara terbanyak. Menurut hitungan sementara, suara terbanyak di sana dipegang caleg dari Gerindra: Lale Syifaun Nufus.

Lale Syifaun Nufus adalah sepupu Tuan Guru Bajang. Dia adik dari pemimpin tertinggi Nahfldlatul Wathan Anjani: Tuan Guru Lalu Gede Zainuddin Atsani.

Di Lombok dulunya hanya ada satu NW. Yakni yang didirikan Tuan Guru Zainuddin Abdul Majid di tahun 1953. Keulamaan Tuan Guru ini diakui sampai di Makkah. Beliau punya dua putri.

Akhirnya NW pecah dua. Sejak 1998. Saat itu, sang putri pertama, Siti Raihanun terpilih sebagai ketua NW. Keluarga satunya tidak setuju. Mereka menguasai kantor pusat NW yang di Pancor. Maka kubu Raihanun memindahkan kantor pusat NW ke Desa Anjani.

Sejak itu ada NW Pancor dan NW Anjani. Tidak pernah bisa bersama lagi. Sampai sekarang.

Kubu NW Pancor kini dipimpin KH Tuan Guru Bajang. Sedang NW Anjani dimpimpin oleh KH Lalu Gede Zainuddin Atsani, kakak Lale Syifaun Nufus.

Dua kubu itu selalu berbeda pula aliran politiknya. Kubu TGB pernah di PBB. Lalu pindah ke Demokrat. Pindah ke Golkar. Pindah lagi ke Nasdem. Terakhir pindah ke Perindo.

NW Anjani awalnya ikut Partai Bintang Reformasi-nya ustadz sejuta umat Zainuddin MZ. Lalu ikut Hanura. Terakhir ini ikut Gerindra.

Di daftar calon, TGB caleg DPR nomor satu di Perindo, Lalu Syaifun Nufus nomor satu di Gerindra. Nufus dapat suara tertinggi. TGB nomor dua terbanyak. Mungkin saja dua-duanya lolos masuk ke Senayan. Tapi karena Perindo tidak berhasil melewati ambang batas parlemen (empat persen), maka kursi TGB hilang.

Padahal kalau TGB bisa lolos ke DPR, ia akan punya panggung nasional. Ia sudah tidak perlu lagi panggung lokal. Ia masih muda. Berprestasi. Tinggal panggung besar yang belum punya.

Banyak tokoh besar hanya kebagian panggung kecil. Banyak tokoh kecil bisa dapat panggung besar. Hanya sedikit tokoh besar dapat panggung besar. Lebih banyak lagi tokoh kecil di panggung kecil.

Lebih baik fokus urus bisnis media dan berpikir bagaimana cara mendidik masyarakat dengan baik melalui tayangan yang bermutu. (tw)

Continue Reading
Advertisement

Trending