Connect with us

Internasional

Tom Wright Kritik Pidato Presiden di WEF, Singgung Isu Kepastian Hukum dan Kasus Pendiri Unicorn

Published

on

Tom Wright Kritik Pidato Presiden di WEF, Singgung Isu Kepastian Hukum dan Kasus Pendiri Unicorn

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pengamat kebijakan Asia, Tom Wright, melontarkan kritik terhadap pidato Presiden Prabowo Subianto dalam forum World Economic Forum (WEF) di Davos. Wright menilai pesan yang disampaikan Presiden kepada investor global belum sepenuhnya mencerminkan realitas kepastian hukum di Indonesia.

Melalui unggahan di platform X, Wright menyebut perusahaan teknologi besar akan bersikap hati-hati untuk menanamkan modal di Indonesia selama masih terdapat persoalan hukum yang, menurut pandangannya, menimbulkan ketidakpastian bagi dunia usaha. Dalam unggahannya, Wright merujuk pada kasus hukum yang menjerat “pendiri unicorn terbesar di Indonesia”, tanpa menyebutkan nama secara eksplisit.

Pernyataan tersebut kemudian dikaitkan oleh sejumlah pengamat dan warganet dengan Nadiem Anwar Makarim, pendiri salah satu perusahaan rintisan terbesar di Tanah Air. Wright sendiri tidak menyebut nama pihak yang dimaksud, namun menyatakan bahwa selama isu tersebut belum terselesaikan, kepercayaan investor teknologi global akan tetap tertahan. Ia juga menyebut tuduhan dalam kasus tersebut sebagai tuduhan yang, menurut penilaiannya, bersifat direkayasa.

Wright menyampaikan pandangan tersebut sebagai opini pribadi. Ia tidak memaparkan dasar hukum atas penilaiannya dan tidak merujuk pada adanya putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap.

Dalam pidatonya di WEF, Presiden menegaskan stabilitas politik, keamanan nasional, serta komitmen pemerintah dalam menciptakan iklim investasi yang kondusif. Namun, menurut Wright, narasi tersebut akan sulit meyakinkan investor global apabila isu kepastian hukum masih menjadi sorotan di tingkat internasional.

Apa Sebenarnya Tujuan Prabowo Gabung Board of Peace Buatan Amerika dan Israel?

Apakah Indonesia Dipalak Amerika dan Israel?

Hingga berita ini diturunkan, belum ada tanggapan resmi dari pemerintah Indonesia maupun dari pihak Nadiem Anwar Makarim terkait pernyataan Tom Wright tersebut.

Pendakwah kondang Ustaz Felix Siauw melontarkan kritik keras terhadap sikap Presiden Prabowo Subianto terkait konflik di Palestina

Felix menyebut pola pikir pemerintah saat ini telah terjebak dalam “penjajahan pemikiran” karena terus menekankan jaminan keamanan bagi Israel di tengah genosida yang masih berlangsung di Gaza.

Dalam sebuah unggahan video di media sosialnya baru-baru ini, Felix menggunakan analogi sadis untuk menggambarkan situasi tersebut. Ia mengibaratkan Palestina sebagai sebuah keluarga yang dirampok, dibvnvh dan diperkos4 di depan mata, namun pihak luar justru sibuk menjamin keamanan si perampok.

Gila gak? Bayangin. Ini bukan tentang perampokan, walaupun pembunuhannya terjadi di depan mata kita. Tapi apa tanggapan Presiden Prabowo ketika ditanya? Saya sudah tiga kali dengar beliau mengatakan kita harus menjamin keamanan Israel,” ujar Felix dengan nada bicara yang tegas.

Felix mengaku tidak habis pikir dengan logika yang digunakan oleh kepala negara. Baginya, menuntut jaminan keamanan bagi Israel saat kekejaman di Palestina terus dilaporkan oleh berbagai lembaga dunia adalah sesuatu yang menjijikkan dan tidak masuk akal. (tw)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Advertisement