Connect with us

DKI Jakarta

Upaya Hilangkan Jejak Anies Melalui JIS Digagalkan FIFA, Seharusnya Ketum PSSI Malu

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Upaya menghilangkan jejak bakal capres Koalisi Perubahan Anies Baswedan melalui Jakarta International Stadium (JIS) tampak digagalkan Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

Hal ini karena FIFA memberikan pendapat bahwa rumput JIS cukup diperbaiki dan tidak harus diganti, padahal Ketua Umum PSSI Erick Thohir pernah mengatakan stadion yang dibangun Anies Baswedan itu pasti akan dicoret FIFA jika diperiksa.

“FIFA selamatkan uang negara rumput tak perlu diganti cukup diperbaiki.. Yang bilang JIS pasti dicoret pada kemana ya.. upaya hilangkan jejak Anies gagal!!” ucap pegiat media sosial Eko  Widodo dikutip WE NewsWorthy dari Twitter pribadinya, Sabtu (12/8).

Untuk diketahui, FIFA sebelumnya telah memberikan beberapa catatan penting terkait bagian mana saja yang seharusnya diperbaiki. Mulai dari akses hingga kualitas rumput lapangan. Anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI, Arya Sinulingga mengatakan perbaikan dikebut guna memperbaiki sejumlah catatan dari FIFA tersebut. 

“Karena waktu yang sudah sangat mepet, maka pekerjaan ini dilakukan melibatkan lintas instansi dan juga rekanan internasional yang biasa terlibat di sejumlah agenda FIFA,” katanya dilansir dari Antara.

Bahkan untuk memperlancar perbaikan rumput JISFIFA menunjuk konsultan dari negara Australia. Menurutnya rumput di JIS sendiri memang memerlukan banyak perbaikan.

Hal itu karena memang JIS pernah digunakan untuk pertandingan resmi berskala nasional atau internasional. Hal itu jauh berbeda dengan tiga stadion lainnya yang memang kerap digunakan untuk pertandingan resmi.

Bahkan toga stadion itu sempat melakukan perbaikan saat Piala Dunia U-20 beberapa waktu lalu direncakanan digelar di Indonesia, namun akhirnya batal. Bahkan saat itu, perbaikan rumput untuk tiga stadion lainnya itu menggunakan mesin perbaikan rumput yang didatangkan langsung dari Inggris oleh FIFA.

https://www.facebook.com/reel/309086285019561?s=yWDuG2&fs=e&mibextid=Nif5oz

Seharusnya ketum PSSI dan para menteri di rejim jokowi ini malu mencoba mencari cuan haram dari istilah renovasi yang mereka ajukan. (tw)

DKI Jakarta

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni Sarankan Jokowi Pecat Pj Gubernur DKI Jakarta

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Polemik mengenai program Kartu Jakarta Mahasiswa Unggul (KJMU) Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menyita perhatian banyak pihak. Bahkan, Wakil Ketua Komisi III DPR Ahmad Sahroni sampai menyarankan Presiden Joko Widodo memecat Heru Budi Hartono sebagai Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta.

Heru menanggapi pernyataan Sahroni saat ditanya oleh wartawan. Ia hanya memberikan senyum menanggapi pertanyaan wartawan ketika dimintai tanggapan atas pernyataan Sahroni. Setelahnya, ia justru menyebutkan slogan DKI Jakarta.

“Sukses Jakarta untuk Indonesia,” kata Heru di Pendopo Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (7/3/2024).

Heru Budi pun menegaskan, bahwa tidak ada pemotongan anggaran untuk program KJMU pada 2024. Pasalnya, saat ini Pemprov DKI Jakarta masih bisa membiayai para penerima manfaat KJMU.

Sebelumnya, Ahmad Sahroni mengatakan, langkah pemutusan KJMU di tengah jalan ini merupakan tindakan yang tidak berperikemanusiaan. Menurut dia, kebijakan Pj Gubernur DKI Jakarta sama sekali tidak sejalan dengan spirit dan arahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi yang prorakyat, khususnya soal pendidikan. 

“Jadi, Pak Pj Heru sama saja telah merusak nama baik Pak Jokowi. Maka sebaiknya Pak Presiden segera pecat Pj Heru. Kebijakannya sudah banyak yang sangat ekstrem dan jelas merugikan masyarakat,” kata dia melalui keterangan tertulis, Kamis.

Sahroni juga meminta Pj Gubernur untuk tidak membuat kebijakan yang merenggut hak masyarakat kecil. Ia menilai, pencabutan KJMU itu membuat ketimpangan akses pendidikan semakin besar di Jakarta. (tri)

Continue Reading

DKI Jakarta

Dihina Lurah, Puluhan Petugas PPSU Ancol Mogok Kerja

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Puluhan petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Ancol, Kecamatan Pademangan, Jakarta Utara, mogok kerja karena adanya penghinaan yang dilakukan Lurah Saud M Manik dan Sekretaris Kelurahan Ancol, Khenny Hutagaol kepada mereka. 

Petugas PPSU, Pipit Mulyaningsih menambahkan, Sekretaris Lurah kalau bicara selalu menyakitkan dan selalu berkata miskin ke PPSU. “Jadi kayaknya anak-anak sakit hati,” kata dia di Jakarta, (19/2024).

Sementara itu, Lurah Ancol, Saud M Manik mengatakan, aksi yang dilakukan PPSU tersebut sebagai bentuk solidaritas petugas yang diberhentikan. “Hari ini hanya lima PPSU yang masuk dan lainnya tidak masuk,” kata dia.

Ia mengatakan, aksi ini sebagai bentuk solidaritas terhadap rekan mereka yang diputuskan hubungan kerjanya. “Ada satu pekerja yang kami berhentikan karena memang melanggar kontrak kerja,” kata dia. (tw)

Continue Reading

DKI Jakarta

Terlibat Tawuran, Dua Pelajar di Pasar Rebo Dicoret dari Daftar KJP Plus

Published

on

REPORTASE INDONESIA – Jakarta, Pemprov DKI Jakarta mencoret dua pelajar Jakarta Timur dari daftar penerima Kartu Jakarta Pintar (KJP) Plus untuk penyaluran 2024 akibat terlibat tawuran di kolong jalan layang Pasar Rebo, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur, Minggu (28/1).

Pencabutan KJP Plus ini diatur dalam Pasal 23 sampai dengan 26 dalam Pergub Nomor 110 Tahun 2021 tentang Bantuan Sosial Biaya Pendidikan.

Pada Pasal 23 peserta didik yang merupakan penerima Bantuan Sosial Biaya Pendidikan dilarang terlibat seperti dalam kekerasan atau perundungan, terlibat tawuran, geng motor atau geng sekolah, minum minuman keras atau beralkohol, 

Para kelompok pelaku tawuran yang rata-rata masih duduk di bangku SMA itu menggelar aksinya dengan janjian melalui aplikasi WhatsApp dan sempat mengonsumsi minuman keras sebelum memulai tawuran. (tri)

Continue Reading
Advertisement

Trending